Laksmono Tirta Kusumo, yang bukan anggota direksi maupun dewan komisaris Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA), melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan bahwa kepemilikan sahamnya di perusahaan baja itu tidak berubah. Sebelum dan sesudah transaksi, jumlahnya tetap 43.792.000 lembar saham biasa. Namun hak suaranya tercatat turun dari 2,43 persen menjadi 1,62 persen.

Laporan bernomor LK/20102026/0007/1 yang disampaikan pada 20 Oktober 2026 itu menyebut jenis transaksi sebagai repurchase agreement, yaitu perjanjian jual dan beli kembali saham, dengan status kepemilikan langsung dan tujuan investasi. Transaksinya tercatat terjadi pada 13 Oktober 2026, tanpa harga yang dicantumkan dalam dokumen.

Karena jumlah saham yang dipegang Laksmono tidak berkurang sama sekali, penurunan persentase hak suara ini kemungkinan besar berasal dari bertambahnya jumlah total saham beredar BAJA, bukan dari pelepasan saham olehnya. Pola serupa juga tercatat pada dua laporan kepemilikan saham BAJA lain yang terbit hari ini, yakni milik Entario yang hak suaranya turun ke 10,96 persen, dan Anton Sebastian yang turun ke 0,95 persen, meski jumlah saham keduanya juga tidak berubah.