PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) menyampaikan perbaikan informasi tambahan ringkas terkait Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank Tahap II Tahun 2026, yang diunggah ke Bursa Efek Indonesia pada 12 Oktober 2026. Dokumen ini merupakan bagian dari program obligasi subordinasi berkelanjutan dengan target total dana Rp1 triliun. Pada tahap pertama di 2025, perseroan sudah menerbitkan obligasi senilai Rp248 miliar, dan kini menyusul tahap kedua senilai Rp500 miliar.

Obligasi tahap II ini terbagi dalam dua seri. Seri A senilai Rp425 miliar berbunga 8,95 persen per tahun dengan tenor 5 tahun, sedangkan Seri B senilai Rp75 miliar berbunga 9,30 persen per tahun dengan tenor 7 tahun. Bunga dibayarkan setiap tiga bulan, dengan pembayaran pertama pada 16 Januari 2027 dan pembayaran bunga terakhir sekaligus pelunasan pokok secara penuh (bullet payment) pada 16 Oktober 2031 untuk Seri A dan 16 Oktober 2033 untuk Seri B. Obligasi ini tidak memiliki opsi pembelian kembali sebelum jatuh tempo, tidak dijamin agunan atau pihak ketiga manapun, dan tidak termasuk program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan karena sifatnya sebagai utang subordinasi bank. Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AAidn untuk obligasi ini, dan risiko utama yang disebutkan dalam dokumen adalah risiko kredit, yaitu risiko gagal bayar dari debitur perseroan.

Masa penawaran umum berlangsung pada 12-13 Oktober 2026, dengan tanggal penjatahan pada 14 Oktober 2026, pengembalian uang pemesanan dan distribusi obligasi pada 16 Oktober 2026, serta pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 19 Oktober 2026. Penjamin pelaksana emisi terdiri dari PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT KB Valbury Sekuritas yang berafiliasi dengan perseroan, bersama PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia serta PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dengan penjaminan secara kesanggupan penuh. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat. Dokumen ini juga menyertakan data keuangan per 30 Juni 2026: total aset perseroan tercatat Rp93,01 triliun, naik dari Rp89,79 triliun pada akhir 2025 dan Rp83,08 triliun pada akhir 2024, sementara kredit yang diberikan neto sebesar Rp47,51 triliun.