BBNI Rampungkan Buyback 22,95 Juta Saham Periode Juli-Oktober
Bank BNI menutup periode pembelian kembali saham yang berjalan sejak 27 Juli hingga 26 Oktober 2026, dengan total 22,95 juta saham dibeli kembali dari anggaran maksimal Rp627 miliar.
26 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan bahwa periode pembelian kembali saham atau buyback yang diumumkan sejak 27 Juli 2026 telah berakhir pada 26 Oktober 2026, sesuai jangka waktu yang sebelumnya diumumkan perusahaan. Seluruh rangkaian transaksi buyback tersebut dinyatakan telah diselesaikan, dengan total 22.950.000 saham yang berhasil dibeli kembali selama periode tiga bulan tersebut.
Program ini awalnya diumumkan lewat keterbukaan informasi 27 Juli 2026, mengacu pada aturan OJK tentang pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan (POJK 13/2023) serta Surat OJK No. S-10/D.04/2026. Dana yang dialokasikan untuk buyback ini maksimal Rp627 miliar, sudah termasuk biaya-biaya terkait transaksi. BNI menyebut jumlah saham yang benar-benar dibeli mempertimbangkan kondisi makroekonomi dan dinamika pasar selama periode berjalan, namun dokumen ini tidak merinci berapa rupiah persis yang terpakai dari pagu Rp627 miliar tersebut.
Soal nasib saham hasil buyback, BNI hanya menyebut pengalihannya akan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, tanpa merinci apakah saham itu akan ditahan sebagai saham treasury, dibagikan lewat program kepemilikan saham karyawan, atau dihapus permanen dari jumlah saham beredar. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo Budiprabowo, menyatakan berakhirnya periode dan penyelesaian transaksi buyback ini tidak memengaruhi kegiatan usaha dan pertumbuhan perusahaan, dengan alasan rasio kecukupan modal (CAR) tetap berada di level sehat dan arus kas operasional masih memadai untuk mendukung rencana bisnis ke depan.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal BBNI? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.