PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menyampaikan laporan keuangan interim yang belum diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia melalui surat bernomor 295/SET/BNC/X/2026 tertanggal 30 Oktober 2026. Penyampaian ini merupakan kewajiban rutin emiten berdasarkan Peraturan OJK Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten. Direksi menyatakan laporan ini telah sesuai dengan aturan OJK Nomor 75/POJK.04/2017 tentang tanggung jawab direksi atas laporan keuangan.

Dari sisi posisi keuangan, total aset BBYB tercatat Rp17,19 triliun per akhir September 2026, turun Rp1,79 triliun atau 9,4 persen dari posisi akhir 2025 yang sebesar Rp18,97 triliun. Penyusutan aset ini sejalan dengan turunnya total liabilitas menjadi Rp12,63 triliun dari sebelumnya Rp14,74 triliun, terutama didorong simpanan nasabah yang menyusut 15,4 persen menjadi Rp11,86 triliun dari Rp14,03 triliun. Simpanan berjangka pihak ketiga, komponen terbesar dana nasabah, turun dari Rp9,85 triliun menjadi Rp7,92 triliun, sementara tabungan pihak ketiga turun dari Rp3,44 triliun menjadi Rp3,26 triliun. Di sisi kredit, kredit yang diberikan sebelum pencadangan turun menjadi Rp6,73 triliun dari Rp7,18 triliun, sementara cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit berkurang menjadi Rp469,37 miliar dari Rp515,06 miliar. Sebaliknya, jumlah ekuitas naik 7,6 persen menjadi Rp4,55 triliun dari Rp4,23 triliun, didorong laba periode berjalan yang mengecilkan akumulasi kerugian dari Rp1,73 triliun menjadi Rp1,30 triliun.

Dari sisi laba rugi, pendapatan bunga BBYB tercatat Rp2,22 triliun selama sembilan bulan 2026, turun dari Rp2,38 triliun pada periode yang sama tahun lalu, sementara beban bunga ikut turun menjadi Rp534,69 miliar dari Rp588,59 miliar. Pendapatan bunga bersih turun 5,7 persen menjadi Rp1,69 triliun dari Rp1,79 triliun. Beban kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non-keuangan, pos beban operasional terbesar bank ini, tercatat Rp904,39 miliar, sedikit lebih rendah dari Rp972,74 miliar pada periode sebelumnya. Dengan laba operasional Rp460,92 miliar dan beban non-operasional bersih Rp32,44 miliar, laba bersih BBYB untuk sembilan bulan 2026 tercatat Rp430,98 miliar, turun 7,1 persen dari Rp464 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Laba per saham dasar dan dilusian ikut turun dari Rp34,76 menjadi Rp32,28, dengan jumlah saham beredar tetap di 13.350.482.346 lembar bernilai nominal Rp100 per saham.