PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) menggelar public expose insidentil pada Senin, 24 Agustus 2026, pukul 14.00 hingga 14.35 WIB melalui webinar Gmeet, menyusul suspensi cooling down yang dikenakan Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap saham BEEF di pasar reguler dan pasar tunai, yaitu penghentian sementara perdagangan untuk meredam lonjakan harga yang dinilai tidak wajar. BEI meminta perseroan menggelar paparan ini setelah mengirim surat elektronik pada 19 Agustus 2026 yang meminta klarifikasi atas lonjakan harga saham tersebut. Acara dihadiri Direktur Utama Ari Wijayanto, Direktur Edie, dan Komisaris Imam Subowo, dengan moderator Ratna Sari selaku sekretaris perusahaan. Dari 17 peserta yang mendaftar lewat email, 11 orang hadir mengikuti sesi tanya jawab.

Menjawab pertanyaan investor dari kalangan private equity fund, manajemen menegaskan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik yang bisa menjelaskan lonjakan harga saham tersebut, dan menyebut pergerakan harga terbentuk dari mekanisme pasar, permintaan dan penawaran, serta persepsi investor, yang berada di luar kendali perseroan. Manajemen juga membantah rumor bahwa BEEF akan diakuisisi oleh perusahaan asal Korea, dengan menyatakan rumor itu tidak terkonfirmasi dan tidak ada transaksi akuisisi yang sedang berjalan. Terkait pertambahan kepemilikan saham oleh salah satu pemegang saham besar, Dimas Wibowo, perseroan mengaku menghormati keputusan investasi tersebut tanpa bisa menjelaskan motifnya. Perseroan juga menyatakan belum menetapkan target pendapatan maupun laba bersih untuk tahun buku 2026 dan 2027.

Soal rencana bisnis, manajemen menyampaikan belanja modal 2026 diarahkan untuk kapasitas produksi, pemeliharaan fasilitas peternakan, dan cold storage, tanpa rencana ekspansi baru di luar lini usaha trading, penggemukan sapi, cold storage, food processing, serta usaha dairy cow yang masih dipelajari di Purwokerto. Perseroan baru menyelesaikan periode pembelian kembali saham dan membuka opsi buyback lanjutan jika harga sahamnya di pasar kembali turun, dengan syarat memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Jumlah sapi yang tengah dalam tahap penggemukan saat ini sekitar 3.000 ekor, dengan kuota impor sapi tahun ini sebanyak 9.000 ekor, dan perseroan tengah mengupayakan tambahan kuota ke pemerintah. Manajemen menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi besar mendongkrak permintaan produk daging sapi dan olahannya.

Perseroan juga menjelaskan pergantian alamat kantor terjadi karena masa sewa kantor sebelumnya telah berakhir dan tidak diperpanjang, bukan karena perubahan rencana usaha. Rencana konversi utang menjadi saham milik PT Tigatunggal Adimulya, yang sempat dikhawatirkan investor dapat mengubah struktur kepemilikan hingga membuat pemegang saham tersebut kehilangan kendali, dipastikan tidak masuk agenda perseroan. Produksi susu dari usaha dairy farm yang tengah dijajaki perseroan saat ini mencapai 21 ton liter per hari dan masih dipasarkan ke koperasi setempat di sekitar lokasi peternakan.