PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) menyampaikan keterbukaan informasi soal rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 307.500.000 saham baru bernilai nominal Rp25 per saham, setara maksimum 10 persen dari total modal disetor dan ditempatkan Perseroan saat ini yang berjumlah 3.075.000.000 saham. Rencana ini dikaitkan dengan langkah Perseroan bertransformasi menjadi perusahaan induk (holding company) yang akan mengonsolidasikan seluruh kegiatan usaha kelompok usaha di sektor kesehatan (healthcare), sekaligus memperkuat struktur permodalan untuk mendukung bisnis Perseroan dan entitas anak.

Harga pelaksanaan saham baru akan mengacu pada Peraturan BEI No. I-A, yaitu paling sedikit 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham VISI selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum tanggal permohonan pencatatan saham baru. Pelaksanaan PMTHMETD baru bisa berjalan setelah mendapat persetujuan pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen (RUPS Independen), dan harus rampung dalam jangka waktu dua tahun sejak RUPS Independen menyetujuinya. Dana yang terkumpul, setelah dikurangi biaya-biaya terkait, akan dipakai untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan guna mendukung kegiatan usaha dan pengembangan bisnis Perseroan dan/atau entitas anak.

Berdasarkan daftar pemegang saham per 30 Juni 2026, komposisi kepemilikan VISI saat ini adalah PT Harmoni Semesta Investama 61,84 persen (1.901.580.000 saham), PT Atlas Raya Abadi 10,16 persen (312.420.000 saham), PT Trinugaraha Thohir Harmoni 8 persen (246.000.000 saham), Direktur Utama David Dwiputra 0,0035 persen (107.000 saham), dan publik atau masyarakat 19,9965 persen (614.893.000 saham). Susunan pengurus Perseroan saat ini terdiri atas Komisaris Utama Uriep Budhi Prasetyo, Komisaris dr. Kartika Maria Okky Simanjuntak, Direktur Utama David Dwiputra, dan Direktur Hendra Budianto.