PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) menandatangani dua perjanjian bersyarat pada 20 Agustus 2026 untuk mengambil alih PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC), operator rumah sakit di Cirebon. Lewat Conditional Share Subscription Agreement, VISI akan mengambil 142.393 saham baru HMBC yang setara 65 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan itu. Lewat Conditional Shares Sale and Purchase Agreement, VISI juga membeli 17.325 saham HMBC dari pemegang saham lama, PT Hasna Medika Utama Group, setara 7,91 persen modal HMBC setelah penerbitan saham baru tersebut. Digabung, VISI akan menguasai 72,91 persen saham HMBC. Bersamaan dengan itu, VISI mengubah kegiatan usaha utamanya dari perdagangan besar bahan advertising dan printing menjadi aktivitas perusahaan induk atau holding, sehingga kegiatan operasional selanjutnya dijalankan lewat anak usaha.
Selain pengambilalihan saham, HMBC juga akan mengonversi utangnya kepada tiga pemegang saham sekaligus pengurusnya menjadi saham baru. Utang kepada Pieter Tanuri sebesar Rp24,4 miliar, kepada Roy Himawan sebesar Rp647 juta, dan kepada Darwin Cyril Noerhadi sebesar Rp8,4 miliar, dengan total Rp33,447 miliar, seluruhnya merupakan pinjaman yang diberikan hingga 31 Desember 2025. Utang itu akan dikonversi menjadi 18.692 saham baru HMBC yang dibagikan proporsional sesuai nilai piutang masing-masing.
Berdasarkan laporan keuangan HMBC per 30 April 2026, total asetnya Rp365,3 miliar, naik dari Rp320,9 miliar setahun sebelumnya, sementara total liabilitasnya juga naik dari Rp277,7 miliar menjadi Rp335,1 miliar. Ekuitas HMBC justru turun dari Rp43,2 miliar menjadi Rp30,3 miliar. Pendapatan HMBC naik dari Rp71,8 miliar menjadi Rp75,5 miliar, dan rugi bersihnya menyempit dari Rp22,8 miliar menjadi Rp12,3 miliar.
VISI menargetkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 30 September 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana perubahan kegiatan usaha dan pengambilalihan ini. Seluruh transaksi ditargetkan rampung pada kuartal IV 2026, paling lambat 23 Oktober 2026.
