PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia melalui surat BEI Nomor S-12532/BEI.PP1/09-2026 tanggal 29 September 2026 terkait lonjakan transaksi saham perseroan. Menurut surat tanggapan BEKS tertanggal 5 Oktober 2026, pada 28 September 2026 volume transaksi saham BEKS melonjak menjadi 590.445.600 saham dengan 5.192 kali transaksi, dari hari bursa sebelumnya yang hanya 6.003.700 saham dengan 213 kali transaksi. Harga penutupan ikut naik dari Rp22 menjadi Rp29 per saham, kenaikan sekitar 31,8 persen dalam sehari.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur Operasional Purbaji Basuki dan disampaikan oleh Corporate Secretary Ferdy Ardian, BEKS menyatakan tidak ada informasi atau fakta material yang disampaikan ke publik yang bisa menjelaskan lonjakan harga dan volume tersebut, sesuai Peraturan OJK Nomor 31/POJK.04/2015 maupun Peraturan BEI Nomor I-E. Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu terkait kepemilikan atau penjaminan saham sesuai POJK Nomor 4 Tahun 2024, dan pemegang saham utama serta pengendali tidak melaporkan rencana perubahan kepemilikan dalam jangka pendek.

Soal rencana ke depan, BEKS menegaskan sesuai Rencana Bisnis Bank, dalam tiga bulan mendatang perseroan belum memiliki rencana aksi korporasi yang berdampak pada pencatatan sahamnya di bursa. Tidak ada pula fakta material lain terkait kelangsungan usaha yang menurut perseroan belum diungkapkan ke publik.