Bank Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,97 miliar kepada masyarakat di tujuh provinsi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur BI Destry Damayanti bersama Deputi Gubernur Ricky P. Gozali kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan pemerintah daerah setempat di Balikpapan, Minggu (20/9). Langkah ini penting bagi warga di kawasan tersebut karena kabut asap karhutla setiap tahun mengganggu kesehatan pernapasan, terutama anak-anak dan lansia.

Bantuan itu mencakup penguatan sarana operasional pemadaman kebakaran, perangkat medis untuk menangani gangguan pernapasan, posko layanan kesehatan gratis, serta dukungan ketahanan pangan bagi keluarga terdampak. Bank Indonesia juga mengerahkan 40 tenaga kesehatan pada 21 hingga 27 September 2026 untuk melayani warga di 10 titik di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan medis, terapi inhalasi darurat, dan pemberian obat untuk gangguan pernapasan akibat asap.

Destry menyampaikan keprihatinan atas dampak karhutla yang dirasakan masyarakat dan menginstruksikan seluruh kantor perwakilan BI di daerah terdampak untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta lembaga terkait, agar bantuan tepat sasaran dan pemulihan berjalan lebih cepat. Bank Indonesia menyebut langkah ini sejalan dengan mandat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, yang mewajibkan bank sentral berperan dalam edukasi dan pemberdayaan masyarakat serta lingkungan, di samping tugas utamanya menjaga stabilitas moneter.