Bank Indonesia secara resmi membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center pada Selasa (14/10), sekaligus meluncurkan tiga program baru untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Ketiga program itu menyasar pasar uang syariah, tata kelola lembaga zakat, dan pendidikan sumber daya manusia. Langkah ini relevan bagi pelaku pasar keuangan syariah, lembaga amil zakat, dan pengelola dana sosial Islam karena menyangkut aturan yang langsung memengaruhi cara mereka beroperasi.

Program pertama adalah pedoman perilaku transaksi di pasar uang dan valuta asing syariah, disusun bersama asosiasi pelaku pasar APUVINDO dan IIGMA bekerja sama dengan Bank Indonesia dan OJK, untuk membuat transaksi antarbank syariah lebih transparan dan tertib. Program kedua adalah pembaruan indeks tata kelola zakat yang disusun BAZNAS dan Bank Indonesia, dengan tambahan penilaian manajemen risiko, sehingga lembaga zakat kini tidak hanya diukur dari kepatuhan syariah tapi juga kesehatan pengelolaan risikonya. Program ketiga adalah beasiswa internasional bagi mahasiswa asing yang dibiayai dari dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Di luar tiga program itu, Bank Indonesia memaparkan sejumlah data perkembangan ekonomi syariah. Rantai pasok industri halal, mulai dari makanan, kosmetik, hingga busana muslim bersertifikat halal, tumbuh 5,5 persen secara tahunan pada kuartal II 2026, lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum. Penerbitan sukuk hijau, yakni surat utang syariah yang dananya dipakai untuk proyek ramah lingkungan, sejak 2018 telah mencapai US$7,7 miliar di pasar global dan Rp108,9 triliun di pasar domestik per Juni 2026. Dalam laporan tahunan State of the Global Islamic Economy, Indonesia bertahan di peringkat keempat dunia, sementara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan belanja masyarakat muslim global bisa mencapai US$3,56 triliun pada 2029.

ISEF 2026 berlangsung 14 hingga 18 Oktober di JICC, melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan lebih dari 100 kegiatan daring maupun luring, termasuk forum bisnis pesantren serta temu bisnis dagang dan wastra. Acara ini terintegrasi dengan Trade Expo Indonesia 2026 dan menyasar generasi muda lewat kompetisi video kreatif serta dunia virtual di platform Roblox. Sebagai rangkaian menuju ISEF, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah telah menggelar festival serupa di Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur sejak Juni 2026.