BI mencatat indeks inklusi keuangan anak muda 18-25 tahun capai 95,69 persen, jauh di atas indeks literasi yang cuma 73,32 persen, saat resmikan gerai edukasi di Unair.
2 Oktober 2026Sumber: Siaran pers Bank Indonesia
Foto: Bank Indonesia
Bank Indonesia bersama Universitas Airlangga dan Perbanas meresmikan Gerai CERDAS PeKA, pos edukasi dan konsultasi bagi mahasiswa soal keuangan digital, di kampus UNAIR Surabaya pada 2 Oktober 2026. Langkah ini merespons makin maraknya penipuan digital yang memanfaatkan kepanikan dan desakan korban untuk bertransaksi cepat tanpa verifikasi. Bagi mahasiswa yang kian akrab dengan dompet digital dan QRIS, gerai ini menjadi tempat belajar mengenali risiko sekaligus mengetahui ke mana mengadukan masalah transaksi.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta memaparkan data yang jadi alasan program ini. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat 95,69 persen anak muda usia 18-25 tahun sudah menggunakan layanan keuangan digital, namun yang benar-benar memahami produk dan risikonya cuma 73,32 persen. Sementara itu, transaksi QRIS, metode bayar lewat kode QR yang kini jadi andalan generasi muda, sudah mencapai 17,45 miliar transaksi sejak awal tahun hingga Agustus 2026, dengan 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta pedagang yang menerimanya.
Gerai CERDAS PeKA, kependekan dari Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia, mengusung tiga pendekatan: Peduli, membangun kesadaran bahwa keamanan transaksi adalah tanggung jawab bersama, Kenali, membiasakan mahasiswa memeriksa informasi dan produk sebelum bertransaksi, dan Adukan, mendorong mereka berani melapor lewat kanal resmi saat menemui masalah. Program ini merupakan bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (GEBER PK) dan merujuk pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pelindungan Konsumen serta Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030.
BI menyebut kolaborasi semacam ini melibatkan empat pihak: regulator yang memperkuat aturan dan pengamanan, industri perbankan yang menjaga keamanan produk dan layanan, kampus yang memperluas edukasi, dan masyarakat yang membangun kewaspadaan sendiri. Setelah Surabaya, BI menyatakan akan terus menjajaki kolaborasi serupa dengan perguruan tinggi dan asosiasi industri sistem pembayaran lain untuk memperluas edukasi dan pelindungan konsumen bagi generasi muda.
Artikel ini informasi, bukan ajakan atau rekomendasi membeli maupun menjual instrumen investasi apa pun. Keputusan investasi beserta risikonya sepenuhnya tanggung jawab pembaca.
Foto dari Bank Indonesia, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari siaran pers resmi Bank Indonesia. Angka dan ketentuan mengikuti dokumen aslinya; klaim yang belum terverifikasi ditulis sebagai pernyataan lembaga, bukan fakta.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.