Bank Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan bank sentral Timor-Leste, Banco Central de Timor-Leste, di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital. Penandatanganan berlangsung di sela ajang FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center pada 25 September 2026, dan menjadi dasar awal untuk mengembangkan konektivitas pembayaran antara kedua negara.

Pada hari yang sama, Bank Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, dan Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia menandatangani komitmen bersama bertajuk Talenta Digital untuk Indonesia Maju. Gubernur BI Destry Damayanti menyebut 68,94 persen penduduk Indonesia berada di usia produktif dan didominasi generasi milenial serta Gen Z, namun literasi digital dinilai belum mengimbangi tingginya penetrasi internet di kelompok itu.

Bank Indonesia juga menjalankan program Pusat Inovasi Digital Indonesia atau PIDI, yang terdiri dari tiga bagian: Hackathon untuk uji coba ide, DIGDAYA berupa pelatihan, sertifikasi, dan bursa kerja, serta SIGMA untuk mencocokkan inovasi dengan kebutuhan pasar. Dari program PIDI: DIGDAYA x Hackathon 2026, panitia menyaring finalis dari 2.094 proposal inovasi ekonomi dan keuangan digital, termasuk yang menyangkut manajemen risiko, dan pemenangnya sudah diumumkan meski rincian produk pemenang tidak disertakan dalam siaran ini.

Dalam sesi terpisah bertema Women and Talent, Destry mendorong agar perempuan dan generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga turut menciptakannya. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menambahkan bahwa pendidikan talenta digital perlu dibekali dengan daya pikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah, bukan hanya keterampilan teknis, karena pekerjaan teknis berisiko makin banyak digantikan kecerdasan buatan.