PT Perma Plasindo Tbk (BINO) melaporkan bahwa kewajiban pengalihan kembali saham atau refloat yang muncul setelah penawaran tender wajib pada 5 September 2024 belum tuntas. Setelah tender offer itu, pihak yang mengambil alih memegang 1.949.465.800 saham BINO, setara 85,68 persen dari total saham beredar, sehingga porsi saham publik tersisa di bawah ambang minimum yang diwajibkan. Untuk memenuhi ketentuan itu, ditetapkan periode refloat selama dua tahun, mulai 6 September 2024 hingga 5 September 2026, di mana pemegang saham pengendali wajib melepas kembali sebagian sahamnya ke publik.

Dalam laporan periode yang berakhir 30 September 2026, yakni setelah tenggat refloat 5 September 2026 terlewati, Perseroan mencatat realisasi pengalihan saham sebesar 0 persen pada periode berjalan maupun secara akumulasi dari periode-periode sebelumnya. Artinya, sepanjang dua tahun periode refloat, tidak ada saham yang benar-benar dialihkan ke publik. Sisa saham yang belum di-refloat tercatat 129.212.911 saham, setara 5,68 persen dari total saham beredar. Jumlah pemegang saham Perseroan pada akhir periode berjalan tercatat 2.382 pihak.

Laporan ini disampaikan secara elektronik pada 9 Oktober 2026 pukul 17.27 WIB, ditandatangani oleh Direktur BINO, Lie Fonda, yang menegaskan Perseroan bertanggung jawab penuh atas informasi di dalamnya.