Direksi PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA), Dewi Irianty Wijaya, melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan bahwa kepemilikan sahamnya di perusahaan turun drastis. Berdasarkan laporan bertanggal 20 Oktober 2026, jumlah saham yang dia pegang berkurang dari 68.427.000 lembar menjadi 227.200 lembar, atau susut 68.199.800 lembar. Penurunan itu setara 99,67 persen dari saham yang sebelumnya dimilikinya, praktis menghabiskan hampir seluruh posisinya di BOBA. Jenis transaksi yang tercatat dalam laporan adalah Repurchase Agreement, bukan penjualan biasa di pasar terbuka.

Dalam rincian transaksi yang dilampirkan, tercatat tujuh baris pembelian saham secara tidak langsung pada 19 Oktober 2026, masing masing sebesar 400, 63.000, 700, 1.000, 118.000, 19.700, dan 24.400 lembar saham biasa, dengan harga berkisar Rp147 hingga Rp157 per lembar. Totalnya tepat 227.200 lembar, sama persis dengan jumlah saham yang tersisa di tangan Dewi setelah transaksi, dan semuanya disebut untuk tujuan investasi. Rincian itu menggambarkan susunan saham yang masih dipegangnya secara tidak langsung setelah pelepasan besar besaran tersebut, bukan daftar pembelian baru yang menambah kepemilikannya.

Laporan yang sama mencatat hak suara Dewi berubah dari 5,92 persen menjadi 5,94 persen, meski jumlah sahamnya susut tajam. Angka hak suara itu tertulis apa adanya dalam dokumen resmi ke OJK tanpa penjelasan tambahan soal basis penghitungannya.