PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) mengumumkan rencana public expose tahunan untuk tahun buku 2025 pada 29 Oktober 2026 pukul 11.30 WIB, bertempat di Wisma 77 Tower 1 Lantai 8, Jalan Letjend S. Parman, Slipi, Jakarta Barat. Surat pemberitahuan ditandatangani Direktur Widodo Nurly Sumady, dengan materi paparan yang dilampirkan sebagai acuan agenda.

Materi paparan mengungkap saham BOSS masih disuspensi sejak April 2024 karena perseroan belum menyampaikan laporan keuangan auditan untuk tahun buku 2023, 2024, dan 2025, ditambah dampak kepailitan salah satu entitas anaknya, PT Bangun Olah Sarana Sukses (BOS), yang kini berstatus dalam pailit. Sepanjang 2025, perseroan tidak mencatat penjualan maupun produksi batubara sama sekali, sama seperti 2024, sehingga margin laba kotor tidak dapat dihitung karena tidak ada pendapatan. Entitas anak lainnya, PT Pratama Bersama (PB), disebutkan pernah menerima pendanaan eksplorasi dari pemerintah Jepang melalui Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) hingga US$3 juta sesuai perjanjian yang berlaku.

Untuk 2026, manajemen menyebut rencana menjajaki dan bernegosiasi secara selektif dengan calon investor strategis guna menghidupkan kembali operasional tambang di konsesi PB, memperpanjang izin serta menjaga keberlangsungan usaha BOS yang masih dalam pailit, dan menyelesaikan laporan keuangan auditan 2023-2025 beserta penjadwalan RUPS dan RUPSLB terkait, yang disebut sebagai syarat pencabutan suspensi saham. Materi juga mencatat produksi batubara nasional 2025 mencapai 817,48 juta ton, dengan harga batubara acuan kalori 6.322 kcal/kg GAR yang turun ke sekitar US$98 per ton pada Desember 2025 sebelum naik kembali ke kisaran US$122-132 per ton pada Juni-Oktober 2026. Susunan direksi dan komisaris yang disebut dalam materi terdiri dari Presiden Direktur Freddy Tedjasasmita, Direktur Widodo Nurly Sumady, dan Direktur Bobby Rachman, sementara jajaran komisaris diisi Presiden Komisaris Johannes Halim dan Komisaris Independen David Alusinsing.