PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) mengumumkan rencana penyelenggaraan Public Expose Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada 2023, dijadwalkan pada 29 Oktober 2026 pukul 11.30 WIB di Wisma 77 Tower 1 Lantai 8, Slipi, Jakarta Barat. Surat pemberitahuan ditandatangani Direktur Widodo Nurly Sumady pada 20 Oktober 2026, melampirkan materi paparan publik yang sama untuk tahun buku 2023 kepada investor dan Bursa Efek Indonesia.
Materi presentasi menjelaskan BOSS, yang sebelumnya bernama PT Megah Pratama Resources, adalah perusahaan tambang batubara dengan dua konsesi seluas total 5.335 hektare di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, melalui dua anak usaha, PT Pratama Bersama dan PT Bangun Olah Sarana Sukses (dalam pailit). Berdasarkan laporan cadangan JORC 2012 per Agustus 2018, total cadangan batubara terbukti dan terkira kedua anak usaha tercatat 15,3 juta ton, terdiri dari 10,8 juta ton milik Pratama Bersama dan 4,4 juta ton milik Bangun Olah Sarana Sukses. Batubara yang diproduksi punya kalori rata-rata 6.300 kkal/kg dengan kadar sulfur 0,3 persen dan kadar abu 5 persen, dan perseroan menyebut pernah menerima pendanaan dari pemerintah Jepang lewat lembaga JOGMEC (Japan Organization for Metals and Energy Security).
Dokumen itu juga memuat penjelasan soal kondisi yang menyebabkan suspensi perdagangan saham BOSS, merujuk surat Bursa Efek Indonesia Nomor S-06552/BEI.PP3/06-2024 tanggal 26 Juni 2024 yang dijawab perseroan lewat surat tanggal 1 Juli 2024. Perseroan menyebut banjir dan tanah longsor kedua pada sekitar Juli 2023 menghentikan seluruh kegiatan penambangan anak usaha, ditambah keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan. Sebagai rencana pemulihan, manajemen menyatakan masih mencari mitra strategis untuk menyuntikkan modal kerja dan negosiasi itu disebut masih berjalan. Anak usaha PT Pratama Bersama sudah mengantongi persetujuan RKAB 2024-2026 dari Kementerian ESDM lewat surat tanggal 6 Januari 2024, dengan kuota produksi maksimal 1,8 juta ton selama tiga tahun atau setara 600.000 ton per tahun. Sementara itu, perpanjangan izin usaha dan RKAB PT Bangun Olah Sarana Sukses, yang berstatus dalam pailit, masih diproses tim kurator sesuai penetapan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat tanggal 21 Maret 2024.
Dalam materi yang sama, perseroan mencantumkan asumsi harga batubara acuan Newcastle sekitar US$139 per ton pada September 2024, dengan kurs rupiah saat itu di Rp15.418 per dolar AS, yang disebut bersifat ilustratif dan bukan jaminan kinerja. Jajaran manajemen yang tercantum dalam materi terdiri dari Johannes Halim sebagai Komisaris Utama, David Alusinsing sebagai Komisaris Independen, Freddy Tedjasasmita sebagai Direktur Utama, serta Widodo Nurly Sumady dan Bobby Rachman sebagai Direktur.
