PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) mengoreksi surat pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2023, 2024, dan 2025 sekaligus Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang sebelumnya diterbitkan 7 Oktober 2026. Rapat akan digelar 29 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB di Wisma 77 Tower 1, Jakarta Barat. Pemegang saham yang berhak hadir adalah yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 6 Oktober 2026. Agenda RUPST mencakup ratifikasi keterlambatan pelaksanaan RUPS Tahunan untuk tiga tahun buku sekaligus, persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan 2023-2025, pembebasan tanggung jawab penuh bagi Dewan Komisaris dan Direksi, penetapan penggunaan laba, penunjukan akuntan publik untuk audit tahun buku 2026, serta penetapan honorarium pengurus. RUPSLB membahas penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar menyesuaikan klasifikasi usaha dengan KBLI 2025.
Laporan keuangan 2023 yang disertakan menunjukkan auditor independen, Kantor Akuntan Publik Mohammad Sunusi & Rekan, memberikan opini wajar dengan pengecualian. Penyebabnya, entitas anak tidak langsung, PT Bangun Olahsarana Sukses (BOS), dinyatakan pailit sejak 28 September 2022 setelah putusan pembatalan perjanjian perdamaian (homologasi) dalam perkara PKPU, dan manajemen masih mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung setelah kasasi sebelumnya ditolak. Dokumen juga mencatat entitas anak lain, PT Pratama Bersama, belum membayar sama sekali cicilan utang kepada kreditor Rocksbridge Energy Pte Ltd yang seharusnya Rp1,08 miliar setiap akhir bulan sejak pertengahan 2022, sehingga total tunggakan mencapai Rp38,97 miliar. Piutang usaha dan piutang lain-lain bruto Grup per akhir 2023 tercatat Rp37,63 miliar dan Rp76,29 miliar, setara 19,09 persen dari total aset, dengan cadangan kerugian kredit ekspektasian Rp5,61 miliar.
Laporan tahunan 2024 dan 2025 yang turut dilampirkan menyebutkan Perseroan tidak membukukan penjualan batubara sama sekali pada dua tahun tersebut karena PT Pratama Bersama belum kembali beroperasi, sementara manajemen masih menjajaki investor atau mitra strategis. Saham BOSS disuspensi oleh otoritas bursa sejak 22 Februari 2024 sehingga tidak ada data perdagangan untuk 2024 dan 2025. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar saham Perseroan pada penutupan 31 Desember 2023 tercatat Rp70 miliar dari 1,4 miliar lembar saham yang diperdagangkan, dengan harga penutupan Rp50 per lembar.
