Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Kamis, dengan Brent crude menembus level US$100 per barel. Kenaikan ini penting bagi pembaca di dalam negeri karena rupiah ikut dibuka melemah pada hari yang sama, tanda bahwa gejolak harga energi global mulai merembet ke pasar keuangan domestik.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mencatat harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turut naik ke atas US$96 per barel dan berpotensi menembus US$98. Menurutnya, kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah yang terjadi bersamaan ini didorong oleh sejumlah faktor fundamental yang sama-sama mengguncang pasar global.

Ibrahim menunjuk eskalasi konflik geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah sebagai pemicu utama. Perang Rusia dan Ukraina masih berlanjut dengan serangan timbal balik ke kota-kota besar, termasuk serangan yang menyasar infrastruktur produksi dan pengolahan minyak Rusia, sehingga memperbesar kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan energi dunia.