Para pemimpin negara anggota BRICS mendorong kelanjutan pembentukan bursa perdagangan gandum bersama, sebagaimana tertuang dalam pernyataan bersama yang diterbitkan pada KTT BRICS di New Delhi, Sabtu (12/9/2026). Dorongan ini penting karena BRICS menghimpun sejumlah produsen dan konsumen pangan terbesar dunia, sehingga platform perdagangan bersama berpotensi mengubah cara negara-negara tersebut membeli dan menjual gandum satu sama lain.

Dalam dokumen itu, BRICS menyatakan akan melanjutkan pengembangan inisiatif Bursa Gandum BRICS dan menyambut diskusi lanjutan mengenai mekanisme operasionalnya. Kelompok ini juga membuka opsi memperluas platform tersebut ke produk dan komoditas pertanian lain di luar gandum, meski belum merinci komoditas apa saja atau kapan perluasan itu akan berjalan.

Para pemimpin BRICS menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan pangan untuk menghadapi lonjakan harga yang tajam dan gangguan pasokan, termasuk kelangkaan pupuk yang bisa mengganggu produksi pertanian. BRICS sendiri beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan yang bergabung pada 2011, dengan sejumlah negara baru masuk sejak 2024. Tahun ini India memegang kepemimpinan bergilir kelompok tersebut dan menjadi tuan rumah KTT di New Delhi.