PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Total aset perusahaan naik menjadi US$1,45 miliar dari US$1,31 miliar pada akhir 2025. Dalam surat terpisah ke Bursa Efek Indonesia, manajemen menjelaskan bahwa total liabilitas melonjak 47,69 persen menjadi US$392,88 juta dari US$266,01 juta, dipicu oleh pencairan fasilitas pinjaman sindikasi senilai US$128 juta sepanjang 2026, dikurangi pembayaran cicilan sebesar US$13,725 juta. Liabilitas jangka panjang menjadi US$291,35 juta dari sebelumnya US$178,6 juta, terutama karena saldo pinjaman jangka panjang naik dari US$165,75 juta menjadi US$280,13 juta.

Dari sisi laba rugi, penjualan sembilan bulan tercatat US$167,58 juta, turun dari US$183,58 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor turun menjadi US$92,55 juta dari US$98,83 juta, dan laba usaha turun menjadi US$52,01 juta dari US$69,72 juta. Beban bunga dan keuangan naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$20,36 juta dari US$9,45 juta akibat utang baru tersebut. Akibatnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi US$23,94 juta dari US$37,91 juta, sekitar 37 persen lebih rendah, dengan laba per 1.000 saham turun dari 0,27 menjadi 0,17.

Dana pinjaman itu sebagian besar dibelanjakan untuk ekspansi. Arus kas untuk aktivitas investasi membengkak menjadi US$119,84 juta dari US$38,11 juta tahun lalu, dengan rincian US$75,66 juta untuk pembelian aset tetap dan US$34,93 juta untuk pembayaran properti pertambangan, naik tajam dari US$27,41 juta dan US$7,52 juta pada periode sebelumnya. Sejalan dengan itu, nilai aset tetap di laporan posisi keuangan naik dari US$248,41 juta menjadi US$324,24 juta, dan properti pertambangan naik dari US$272,34 juta menjadi US$442,93 juta. Sementara itu, arus kas dari aktivitas operasi hanya menghasilkan US$2,48 juta, jauh lebih kecil dibanding US$24,8 juta pada periode sembilan bulan 2025. Total ekuitas naik tipis menjadi US$1,06 miliar dari US$1,04 miliar, ditopang oleh laba bersih periode berjalan.