PT Bumi Resources Tbk menjawab permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 8 September 2026 soal akuisisi Loyal Metals Ltd (LM). Perseroan mengoreksi nilai transaksi yang sempat dipertanyakan Bursa sebesar Rp3.208.743.000.000, dan menyatakan nilai sebenarnya adalah AUD79.069.731,75 atau setara Rp1.004.742.244.136,50 berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia per 1 September 2026. Harga tersebut ditentukan dari hasil uji kelayakan hukum, keuangan, pajak, dan teknis oleh penasihat independen perseroan, ditambah negosiasi dengan LM.
Soal sumber dana, BUMI merinci bahwa US$54 juta atau setara Rp958.284.000.000 berasal dari pinjaman pihak ketiga, yakni Glencore Australia Holdings Pty Limited, berdasarkan perjanjian fasilitas pinjaman tertanggal 24 Agustus 2026. Sisanya, Rp46.458.244.136,50, diambil dari kas internal perseroan.
LM merupakan perusahaan induk dengan empat anak usaha pemegang konsesi tambang di Queensland, Australia. Highway Copper Gold Pty Ltd, yang sahamnya dikuasai penuh oleh LM, sudah mengantongi izin operasi produksi dan dinilai siap mulai berproduksi. Tiga aset lain, yaitu Trieste Lithium, HWY4 Lithium (masing-masing dimiliki penuh), dan American Consolidated Lithium (dimiliki 49 persen), masih berada di tahap eksplorasi. Berdasarkan laporan keuangan LM per 31 Desember 2025 yang dikutip Bursa, perusahaan itu belum membukukan pendapatan, mencatat rugi, dan defisit saldo labanya membesar. BUMI menargetkan tambang tembaga-emas Highway Reward baru menyumbang pendapatan pada tahun kedua setelah akuisisi, sementara waktu kontribusi dari aset litium baru bisa dipastikan setelah eksplorasi dan evaluasi rampung.
Perseroan juga melaporkan perkembangan dua anak usaha Australia lainnya: Wolfram Limited sudah mulai menyumbang pendapatan sejak produksi perdananya pada Mei 2026, sementara Jubilee Metals masih membangun pabrik pengolahan Carbon-in-Leach dan baru akan mulai menambang setelah pabrik itu rampung. BUMI menyatakan belum ada opsi pendanaan lanjutan yang diputuskan untuk membiayai pengembangan bisnis LM ke depan, dan menegaskan tidak ada fakta material lain yang belum diungkap ke publik.
