CANI Paparkan Defisiensi Modal AS$34,2 Juta dalam Public Expose
Materi public expose insidentil CANI merinci defisiensi modal AS$34,2 juta dan rencana konversi utang pihak berelasi AS$36,6 juta menjadi ekuitas, menyusul opini disclaimer auditor atas laporan keuangan 2025.
8 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) menggelar paparan publik insidentil pada Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB melalui aplikasi Zoom, sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi menyusul opini Tidak Menyatakan Pendapat (disclaimer of opinion) dari auditor independen atas laporan keuangan tahun buku 2025. Dalam materi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, manajemen menjelaskan bahwa disclaimer tersebut diberikan karena auditor, per laporan bertanggal 28 September 2026, tidak memperoleh bukti audit yang cukup mengenai rencana perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangannya secara keseluruhan.
Dokumen tersebut merinci bahwa per 30 Juni 2026, CANI mencatat defisiensi modal sekitar AS$34,2 juta serta liabilitas jangka pendek yang melampaui aset lancar sebesar AS$38,3 juta. Modal kerja negatif ini sebagian berasal dari utang kepada pihak berelasi senilai AS$36,6 juta. Untuk tahun buku 2025, pendapatan perseroan tercatat AS$2,32 juta, turun 29,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun rugi kotor menyusut 20,6 persen menjadi AS$1,40 juta, rugi usaha berkurang 76,1 persen menjadi AS$0,54 juta, dan rugi bersih turun 68,2 persen menjadi AS$0,72 juta. Kas dari kegiatan operasional naik dari AS$84.533 pada 2024 menjadi AS$805.175 pada 2025.
Sebagai langkah pemulihan, manajemen menyebut sedang berdiskusi dengan para kreditor mengenai rencana mengonversi utang pihak berelasi menjadi ekuitas, yang masih memerlukan persetujuan regulator dan pemegang saham. Perseroan juga akan melepas kapal-kapal yang tidak beroperasi untuk menekan beban, memperkuat hubungan dengan pelanggan utama, serta memperketat pengawasan arus kas dan belanja modal. Manajemen menegaskan akan terus berkoordinasi dengan BEI dan OJK terkait kondisi yang menjadi dasar suspensi perdagangan saham CANI, dan menyatakan tidak ada fakta material lain yang belum diungkapkan.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal CANI? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.