PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk kuartal pertama tahun buku 2026/2027, yakni periode tiga bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Perusahaan mencatat laba bersih US$311.490, berbalik dari rugi bersih US$328.063 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha justru turun dari US$658.149 menjadi US$603.760, tetapi beban pokok pendapatan turun jauh lebih tajam dari US$1.014.571 menjadi US$526.770, sehingga perusahaan yang semula rugi kotor berbalik mencetak laba kotor US$76.990. Laba usaha turut terdorong oleh pendapatan operasi lain yang melonjak dari US$60.678 menjadi US$718.116, seiring penjualan delapan kapal milik perusahaan pada Agustus 2026 yang menghasilkan kas sebesar US$1,92 juta.
Penjualan kapal tersebut membuat kas dan bank perusahaan melonjak dari US$219.917 pada akhir Juni 2026 menjadi US$2,04 juta pada akhir September 2026, naik 825 persen. Sebaliknya, nilai aset tetap turun 44 persen dari US$4,15 juta menjadi US$2,32 juta akibat pelepasan kapal dan beban penyusutan. Di sisi liabilitas, utang kepada pihak berelasi tercatat US$36,56 juta, hampir 91 persen dari total liabilitas US$40,04 juta, sementara utang kepada pemegang saham tetap di angka US$229.915. Total ekuitas perusahaan masih defisit US$33,94 juta, sedikit membaik dari defisit US$34,25 juta pada akhir Juni 2026 seiring laba periode berjalan. Modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan sebesar 833.440.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.
Dalam surat terpisah kepada BEI, Sekretaris Perusahaan Riduwan K. menjelaskan sejumlah pos yang berubah lebih dari 20 persen dibandingkan akhir Juni 2026. Piutang nonusaha pihak ketiga melonjak dari US$3.259 menjadi US$397.555 karena piutang dari penjualan kapal pada Agustus 2026, sementara piutang usaha pihak ketiga turun 28,59 persen menjadi US$495.314 karena pelunasan menjelang akhir kuartal. Piutang usaha pihak berelasi justru naik 73,09 persen menjadi US$479.703 akibat kenaikan pendapatan sewa dari pelanggan berelasi. Di pos liabilitas, utang pajak naik 41,35 persen menjadi US$561.362 karena taksiran awal pajak penghasilan badan (PPh Pasal 29) untuk periode ini, sementara beban akrual turun 28,67 persen menjadi US$207.796 setelah perusahaan membayar akrual gaji kru kapal untuk tahun buku 2025 pada Agustus 2026.
