PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia setelah menerima surat permintaan penjelasan bernomor S-10964/BEI.PP1/08-2026 tertanggal 24 Agustus 2026 terkait volatilitas transaksi efek perseroan. Lewat surat balasan bernomor Leg/SRT-077/VIII/2026 tertanggal 26 Agustus 2026 yang ditandatangani Corporate Secretary Lina M. Ibrahim, perseroan menyatakan bahwa peningkatan aktivitas transaksi dan pergerakan harga sahamnya berada di luar kendali manajemen dan sepenuhnya bergantung pada mekanisme pasar.

Menjawab enam pertanyaan yang diajukan BEI, CARS menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang bisa memengaruhi nilai efek atau keputusan investasi pemodal, baik menurut POJK Nomor 31/2015 tentang keterbukaan informasi maupun ketentuan III.2.1 Peraturan Bursa Nomor I-E. Perseroan juga mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK Nomor 4 Tahun 2024, serta belum memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk hingga tiga bulan ke depan, yang bisa berdampak pada status pencatatan sahamnya di bursa.

Pada poin terakhir, BEI meminta perseroan menanyakan langsung kepada pemegang saham utama dan pengendali soal rencana mereka atas kepemilikan saham di CARS. Perseroan menjawab bahwa berdasarkan Daftar Pemegang Saham per 31 Juli 2026, belum ada pihak yang masuk dalam kategori pemegang saham utama maupun pengendali sesuai definisi yang berlaku.