PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menyampaikan kembali laporan keuangan konsolidasian auditan untuk posisi 31 Desember 2025, ditandatangani Presiden Direktur Willy Chandry pada 9 Agustus 2026. Ini penyajian ulang kedua: laporan awal terbit 16 Februari 2026, sudah dikoreksi sekali pada 7 April 2026, dan kini disampaikan kembali untuk memuat pengungkapan tambahan terkait rencana Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu alias rights issue, yang baru muncul setelah tanggal laporan posisi keuangan.

Total aset perseroan naik 24 persen menjadi Rp209,1 miliar dari Rp167,4 miliar pada akhir 2024, didorong penarikan pinjaman dari PT Bara Alam Utama. Namun total liabilitas melonjak lebih tajam, 86 persen menjadi Rp209,6 miliar dari Rp112,5 miliar, karena pinjaman dari pihak yang sama ditambah uang muka penjualan dari pelanggan yang naik dari Rp1,6 miliar menjadi Rp52,7 miliar. Karena liabilitas kini melampaui aset, ekuitas perseroan per akhir 2025 tercatat defisit Rp449,5 juta.

Rugi tahun berjalan grup tercatat Rp56,6 miliar, dengan bagian yang diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp59 miliar, naik dari Rp24 miliar pada 2024, sehingga saldo akumulasi defisit dalam ekuitas membengkak 53 persen menjadi Rp170 miliar. Auditor KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan memberi opini wajar tanpa modifikasian, tetapi menambahkan penekanan soal ketidakpastian material atas kelangsungan usaha akibat rugi dan defisiensi modal tersebut, serta penekanan atas penyajian kembali aset takberwujud yang dikoreksi turun 3 persen menjadi Rp17,1 miliar. Di sisi lain, beban pokok pendapatan turun 27 persen menjadi Rp78 miliar dari Rp108 miliar, faktor yang menahan laju kerugian agar tidak makin dalam.