PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim yang telah ditelaah secara terbatas untuk periode semester I 2026, berakhir 30 Juni 2026, kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 28 Agustus 2026. Pendapatan perusahaan penyedia jasa pembayaran ini naik 44,7 persen menjadi Rp84,68 miliar, dari Rp58,53 miliar pada semester I 2025. Namun kenaikan pendapatan itu tidak cukup menutup beban operasional yang membengkak, rugi usaha melebar menjadi Rp16,95 miliar dari Rp10,14 miliar, dan rugi bersih yang bisa diatribusikan kepada pemegang saham induk mencapai Rp39,32 miliar, naik tajam dari Rp15,74 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Rugi per saham ikut memburuk dari Rp11 menjadi Rp27,47.

Yang lebih mencolok, ekuitas perusahaan berbalik menjadi defisit. Pada akhir 2025, total ekuitas Cashlez masih negatif tipis sebesar Rp449,52 juta, tetapi per 30 Juni 2026 defisiensi modal ini melebar menjadi Rp37,61 miliar, artinya total liabilitas perusahaan kini lebih besar Rp37,61 miliar dibanding total asetnya. Total aset turun dari Rp209,15 miliar menjadi Rp192,87 miliar, sementara total liabilitas justru naik dari Rp209,60 miliar menjadi Rp230,49 miliar. Kas dan setara kas juga terkuras dari Rp71,90 miliar menjadi Rp24,21 miliar dalam enam bulan, turun sekitar 66 persen. Salah satu pos yang membesar adalah utang lain-lain jangka panjang, naik dari Rp91,48 miliar menjadi Rp116,38 miliar.

Akumulasi kerugian perusahaan kini mencapai Rp209,69 miliar, dibanding Rp170,37 miliar pada akhir 2025. Laporan ini ditelaah secara terbatas, bukan diaudit penuh, oleh Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan partner penanggung jawab Heri Setianto. Dalam laporannya bertanggal 27 Agustus 2026, auditor menyatakan tidak menemukan hal yang membuat mereka yakin laporan keuangan ini tidak disajikan secara wajar, meski tinjauan terbatas ini memiliki cakupan lebih sempit dibanding audit penuh. Laporan ditandatangani Presiden Direktur Willy Chandry, yang juga membawahi bidang akuntansi dan keuangan perusahaan.