Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat, lewat seremoni peletakan batu pertama pada Kamis (17/9). Proyek senilai sekitar Rp459 miliar ini dibiayai dengan dukungan Islamic Development Bank (IsDB) dan ditargetkan rampung dalam dua tahun, mengubah pelabuhan yang sudah beroperasi puluhan tahun itu menjadi fasilitas yang diklaim bertaraf internasional dan lebih ramah lingkungan.

Menurut kajian KKP, kolam pelabuhan yang saat ini hanya menampung 241 kapal akan diperluas hingga mampu menampung 500 kapal. Produksi ikan yang didaratkan diproyeksikan melonjak dari 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun, sementara penerimaan negara dari retribusi dan aktivitas di pelabuhan diperkirakan naik dari Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar per tahun. Jumlah pekerja yang terserap ditaksir bertambah dari sekitar 2.900 orang saat ini menjadi 8.000 orang setelah pelabuhan beroperasi penuh.

Pengembangan ini mencakup pemisahan zona bersih dan zona kotor di area pelabuhan, penambahan dermaga termasuk dermaga khusus untuk kapal nelayan tradisional, tempat pelelangan ikan baru yang dilengkapi instalasi pengolahan air limbah, gedung layanan sertifikasi produk, serta pemecah gelombang di sisi barat dan timur untuk melindungi kolam pelabuhan dari abrasi. KKP menyebut fasilitas itu disiapkan agar pelabuhan bisa menjadi pusat bisnis dan ekspor hasil tangkapan sekaligus memberi akses bagi nelayan kecil untuk ikut bersaing.

Perwakilan IsDB, Anisa Pratiwi, menyebut pembiayaan proyek ini melanjutkan kerja sama lembaganya dengan pemerintah Indonesia yang sudah berjalan sekitar 50 tahun, sekaligus bagian dari komitmen mendukung tata kelola perikanan berkelanjutan dan penguatan rantai pasok perikanan dari hulu hingga akses pasar domestik maupun internasional.