PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, menyampaikan koreksi atas laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana melalui surat nomor 73/CNMA-IDX/X/2026 tertanggal 9 Oktober 2026. Surat ini merevisi laporan sebelumnya, nomor 54/CNMA-IDX/VII/2026 tanggal 9 Juli 2026, yang melaporkan posisi dana per 30 Juni 2026. Perseroan menegaskan revisi hanya menyesuaikan format penyajian laporan mengikuti Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2025 dan surat OJK Nomor S-2263/PM.222/2026, tanpa mengubah satu pun angka yang sebelumnya sudah dilaporkan. Surat ditandatangani oleh Direktur Tri Rudy Anitio dan Sekretaris Perusahaan sekaligus Head of Corporate Legal Indah Tri Wahyuni.

IPO CNMA efektif pada 25 Juli 2023 dengan total dana yang terkumpul Rp2,25 triliun, dipotong biaya penawaran umum Rp77,77 miliar sehingga dana bersih yang bisa digunakan Rp2,17 triliun. Dari rencana awal di prospektus, 65 persen dana atau Rp1,41 triliun dialokasikan untuk ekspansi jaringan bioskop, 20 persen atau Rp434,5 miliar untuk pelunasan sisa pokok utang bank, dan 15 persen atau Rp325,9 miliar untuk modal kerja. Realisasinya per 30 Juni 2026, dana untuk ekspansi terpakai Rp1,33 triliun atau 61 persen, pelunasan utang bank justru melebihi rencana menjadi Rp500 miliar atau 23 persen dan sudah selesai sejak Agustus 2023, sementara modal kerja terealisasi Rp320 miliar atau 15 persen, sesuai rencana.

Dari sisi biaya, penawaran umum ini menelan ongkos Rp77,77 miliar yang terdiri dari biaya jasa penyelenggaraan Rp28,29 miliar atau 36,37 persen dari total biaya, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp26,03 miliar atau 33,46 persen, biaya lain-lain Rp16,32 miliar atau 20,99 persen, biaya jasa penjaminan dan penjualan masing-masing Rp3,54 miliar atau 4,55 persen, serta biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp66,7 juta atau 0,09 persen. Sisa dana hasil IPO per 30 Juni 2026 tercatat Rp26,52 miliar, ditempatkan dalam bentuk giro rupiah di PT Bank DBS Indonesia dengan bunga 6 persen per tahun. Perseroan berencana menggunakan sisa dana tersebut untuk menyelesaikan proyek bioskop baru dan pembangunan lokasi bioskop tambahan pada periode Juli hingga Desember 2026.