PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) menyampaikan surat tanggapan tertanggal 1 September 2026 kepada Bursa Efek Indonesia, menjawab permintaan penjelasan BEI No. S-11132/BEI.PP2/08-2026 tanggal 28 Agustus 2026 atas laporan keuangan per 30 Juni 2026. Surat yang ditandatangani Head of Corporate Legal Indah Tri Wahyuni ini merinci enam pos yang diminta penjelasan bursa, mulai dari kas, piutang, aset tetap, utang usaha, hingga perpajakan.
Soal kas, perseroan menjelaskan saldo kas dan setara kas turun Rp421,50 miliar (23,27 persen) dari Rp1,81 triliun menjadi Rp1,39 triliun, akibat pembayaran dividen tahun buku 2025 sebesar Rp615,83 miliar, belanja modal Rp218,99 miliar, dan pembayaran liabilitas sewa Rp120,89 miliar, yang hanya sebagian tertutup oleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp531,64 miliar. Perseroan juga mengalihkan sebagian dana dari rekening giro, yang turun 42,53 persen menjadi Rp966,55 miliar, ke deposito berjangka yang naik 271,40 persen menjadi Rp403,54 miliar, termasuk penempatan baru di Bank Maybank Indonesia Rp300,04 miliar dan Bank Permata Rp312,00 miliar untuk mengejar bunga lebih tinggi. Meski begitu, penghasilan bunga malah turun 47,14 persen menjadi Rp21,49 miliar karena suku bunga deposito melandai dari maksimal 7,25 persen menjadi 5,5 persen dan rata-rata saldo kas turun 28 persen.
Piutang usaha dan piutang lainnya justru naik 21,88 persen menjadi Rp128,17 miliar meski pendapatan perseroan turun 8,59 persen. Penyebabnya adalah pendapatan iklan yang melonjak 212 persen atau Rp65 miliar dari kontrak dengan satu agensi iklan untuk periode 1 Januari 2026 sampai 31 Maret 2027, yang sebagian masih dalam proses penagihan. Piutang yang telah lewat jatuh tempo mencapai 51,03 persen dari total piutang atau Rp65,40 miliar, dengan kelompok umur 31-180 hari melonjak dari Rp7,15 miliar menjadi Rp35,25 miliar. Perseroan tidak membentuk pencadangan kerugian kredit ekspektasian meski ada piutang lewat jatuh tempo lebih dari 360 hari senilai Rp2,53 miliar, dengan alasan risiko gagal bayar dinilai sangat rendah. Sampai 25 Agustus 2026, perseroan telah menerima pembayaran Rp57,9 miliar atau 45,2 persen dari saldo piutang per 30 Juni 2026.
Total aset anak usaha PT Nusantara Elang Sejahtera turun 27,46 persen menjadi Rp104,25 miliar, karena utang usaha ke pemilik bioskop yang membengkak saat puncak penjualan tiket lewat TIX.ID akhir 2025 sudah dibayar, dari Rp71,14 miliar menjadi Rp26,13 miliar. Aset tetap turun 4,49 persen menjadi Rp4,24 triliun karena penambahan aset tetap semester I 2026 hanya Rp198,71 miliar, kurang dari separuh beban penyusutan Rp399,18 miliar, yang menurut perseroan mencerminkan sikap konservatif dalam ekspansi di tengah kondisi ekonomi saat ini. Kendati begitu, perseroan tetap membuka 2 bioskop baru dengan 7 layar sesuai rencana tanpa ada penutupan. Di sisi lain, utang usaha ke pihak berelasi naik 96,44 persen menjadi Rp47,48 miliar, terbesar ke PT Megatech Engineering Rp17,18 miliar untuk renovasi dan perawatan studio serta PT Delta Raya Sejahtera Rp16,02 miliar untuk kebutuhan makanan dan minuman, seiring musim liburan sekolah Juni.
