PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) melaporkan realisasi akhir penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) kepada Bursa Efek Indonesia, dalam surat bernomor 61/CNMA-IDX/VIII/2026 yang ditandatangani Indah Tri Wahyuni, Head of Corporate Legal perseroan. IPO yang efektif pada 25 Juli 2023 itu meraup dana Rp2,25 triliun (Rp2.250.450.000.000), dan setelah dipotong biaya penawaran umum sebesar Rp77,77 miliar, hasil bersih yang tersisa untuk dipakai perseroan adalah Rp2,17 triliun (Rp2.172.675.254.512). Menurut laporan ini, seluruh dana tersebut sudah habis terpakai, dengan sisa dana tercatat nol.

Dibandingkan dengan rencana di prospektus, ada pergeseran dalam tiga pos penggunaan dana. Untuk ekspansi, rencana awal Rp1,41 triliun atau 65 persen dari dana, sementara realisasinya Rp1,35 triliun atau 62 persen. Untuk pembayaran sisa pokok utang, rencana awal Rp434,5 miliar atau 20 persen, sementara realisasinya lebih besar yaitu Rp500 miliar atau 23 persen. Adapun untuk modal kerja, rencana Rp325,9 miliar atau 15 persen direalisasikan mendekati angka itu, yaitu Rp320 miliar atau tetap 15 persen.

Laporan itu juga merinci komponen biaya penawaran umum yang totalnya Rp77,77 miliar, terdiri dari biaya penjaminan emisi Rp3,54 miliar, biaya penyelenggaraan (management fee) Rp28,29 miliar, biaya penjualan Rp3,54 miliar, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp26,03 miliar, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp66,7 juta, serta biaya lain-lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi sebesar Rp16,32 miliar. Selama masa penyimpanan, sisa dana IPO ditempatkan dalam bentuk giro di PT Bank DBS Indonesia, pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan perseroan, dengan tingkat bunga 6,5 persen.