PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) menyampaikan jawaban resmi atas Surat Bursa No. S-11268/BEI.PP2/09-2026 tanggal 2 September 2026, yang meminta penjelasan soal kegiatan usaha dan kinerja keuangan perseroan per 30 Juni 2026. Jawaban bernomor 001/OL/CSM-DIR/IX/2026 itu ditandatangani Radino Miharjo selaku Direktur Utama dan disampaikan ke bursa pada 4 September 2026 pukul 16.10. Dalam surat itu, perseroan menjelaskan bahwa saat ini hanya mengoperasikan 4 outlet di wilayah Jawa dan Sumatera di bawah merek NWS Chicken, dengan rencana pembukaan outlet baru untuk 2026 belum ditetapkan karena masih menunggu evaluasi kinerja outlet yang sudah berjalan dan kelayakan lokasi.

Bursa secara spesifik mempertanyakan apakah operasional perseroan dapat tetap berjalan dengan kas dan setara kas yang hanya sebesar Rp237,65 juta per 30 Juni 2026. CSMI menjawab bahwa operasional dipastikan tetap berjalan lewat pengaturan arus kas yang ketat, didukung penerimaan rutin dari piutang usaha dan penjualan harian. Perseroan menyebut pendapatan periode Januari-Juni 2026 naik dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong pertumbuhan volume penjualan, pemasaran yang lebih tepat sasaran, dan perbaikan daya beli konsumen. Namun perseroan tetap membukukan rugi usaha dan rugi bersih, yang menurut manajemen disebabkan oleh tingginya beban operasional, penyesuaian biaya bahan dan jasa, serta investasi ekspansi yang belum sepenuhnya terkompensasi oleh pendapatan.

Dari sisi kewajiban, CSMI mencatat utang usaha Rp1,7 miliar per 30 Juni 2026 yang disebut sebagai bagian normal dari siklus bisnis dengan umur sesuai termin pembayaran ke pemasok. Yang jauh lebih besar adalah utang lain-lain kepada PT Cipta Swadaya Murni, pihak berelasi, senilai Rp25,1 miliar, yang menurut perseroan digunakan sebagai tambahan modal kerja dan akan dilunasi dari arus kas operasional masa depan atau lewat pendanaan ulang. Perseroan juga mencatat beban akrual gaji, insentif, dan tunjangan karyawan sebesar Rp5,7 miliar yang akan dibayar dari kas operasional sesuai siklus penggajian rutin. Untuk mitigasi risiko likuiditas, perseroan menyebut strategi mempercepat penagihan piutang, negosiasi ulang jadwal pembayaran dengan pemasok, dan menyiapkan opsi fasilitas pendanaan dari lembaga keuangan bila diperlukan.

Perseroan juga mengungkapkan bahwa pendaftaran merek NWS Chicken di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual masih dalam proses, terkendala isu kesamaan nama dengan merek lain meski di bidang usaha berbeda. CSMI menyatakan tidak ada kontrak, sumber pendapatan baru, perkara hukum, atau informasi material lain yang bersifat signifikan dan belum diungkapkan ke publik, serta menilai pergerakan harga sahamnya murni akibat mekanisme pasar dan sentimen makroekonomi.