PT Medco Energi Internasional Tbk mengoreksi laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi VI Tahap I Tahun 2025 kepada pemodal profesional, yang sebelumnya disampaikan pada 15 Juli 2026. Koreksi ini dikirim Corporate Secretary Siendy K. Wisandana pada 7 September 2026 pukul 19.50 WIB, dengan melampirkan kembali laporan realisasi per 30 Juni 2026. Obligasi ini efektif sejak 17 Juni 2025 dengan total dana terhimpun Rp1 triliun. Setelah dipotong biaya penawaran umum Rp10,07 miliar, yang terdiri dari biaya penjamin emisi Rp3,5 miliar, biaya profesi penunjang pasar modal Rp4,64 miliar, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp821,4 juta, dan biaya lain-lain Rp1,11 miliar, dana bersih yang diterima perseroan adalah Rp989,93 miliar.

Sesuai prospektus, seluruh dana bersih itu direncanakan untuk melunasi empat seri obligasi lama yang jatuh tempo pada 2026, yakni Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I 2021 Seri B senilai Rp600 miliar, Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II 2021 Seri B senilai Rp58,195 miliar, Obligasi Berkelanjutan V Tahap I 2023 Seri A senilai Rp150 miliar, dan sebagian dari Obligasi Berkelanjutan V Tahap I 2023 Seri B yang totalnya Rp260 miliar, sebagian di antaranya lewat opsi beli sesuai perjanjian perwaliamanatan. Namun per 30 Juni 2026, perseroan menyatakan belum menggunakan sama sekali dana bersih tersebut, sehingga seluruh Rp989,93 miliar masih utuh 100 persen dan tidak ada penyimpangan dari rencana awal.

Sisa dana itu untuk sementara ditempatkan sebagai tabungan di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan bunga 6,50 persen per tahun dalam mata uang rupiah. Perseroan menargetkan seluruh dana ini baru akan dipakai untuk pelunasan obligasi pada semester kedua tahun 2026. Laporan tidak merinci apa isi koreksi dibanding surat 15 Juli 2026 sebelumnya.