PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) menyampaikan tanggapan atas surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia Nomor S-12872/BEI.PP2/10-2026 tertanggal 9 Oktober 2026. Dalam suratnya, perusahaan merinci pendapatan empat outlet yang dimilikinya selama semester I 2026, yakni outlet Pekanbaru Rp212 juta, Pondok Kopi Rp257 juta, Tambun Rp130 juta, dan Galaxy Rp255 juta, dengan total pendapatan Rp854 juta. Angka ini hanya tumbuh 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dan menurut manajemen hal itu terjadi karena penambahan outlet belum diikuti kenaikan produktivitas penjualan secara proporsional.

Perusahaan juga mengungkapkan bahwa outlet bermerek Texas Chicken sudah ditutup sejak 1 Maret 2023, setelah kerja sama waralaba dengan Cajun Global LLC dihentikan melalui perjanjian pembatalan pada tanggal tersebut. Ke depan, CSMI menyatakan tidak berencana ekspansi agresif dan akan fokus mengoptimalkan outlet yang sudah berjalan, dengan penambahan outlet baru dipertimbangkan bertahap sesuai kelayakan lokasi dan ketersediaan dana. Keempat outlet yang beroperasi saat ini seluruhnya berstatus sewa dengan masa kontrak di bawah 12 bulan, sehingga perusahaan tidak mencatat aset maupun utang sewa jangka panjang di laporan keuangannya.

Soal kondisi keuangan, CSMI menjelaskan penurunan nilai aset tetap sejak 2024 disebabkan oleh penyusutan dan pengurangan aset, bukan karena jumlah outlet berkurang. Yang lebih material, perusahaan mengakui bahwa bunga dan jangka waktu pelunasan utang lain-lain kepada PT Cipta Swadaya Murni, pihak yang berelasi dengan perusahaan, masih dalam pembahasan dan belum disepakati secara final, sehingga rinciannya belum bisa dicantumkan dalam catatan laporan keuangan. Di sisi lain, proses pendaftaran merek dagang NWS Chicken ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual masih mandek lebih dari dua tahun karena ada perselisihan kesamaan nama dengan merek lain, dan perusahaan mengakui risikonya adalah ketidakpastian perlindungan hukum atas mereknya sendiri.

Mengenai kenaikan harga sahamnya, manajemen CSMI menyatakan bahwa pendapatan memang naik dan kerugian menyusut pada semester I 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, namun perusahaan masih mencatatkan rugi. Manajemen menegaskan perbaikan kinerja itu tidak serta-merta menjelaskan besarnya kenaikan harga saham, karena harga juga dipengaruhi ekspektasi investor serta mekanisme permintaan dan penawaran di pasar. Perusahaan juga menyatakan tidak ada informasi material lain yang belum diungkapkan ke publik.