PT Remala Abadi Tbk (DATA) melaporkan kenaikan total aset dan total liabilitas lebih dari 20 persen dibandingkan akhir tahun lalu, sehingga perusahaan wajib mengirim surat keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia. Direktur Utama Agus Setiono dalam surat tertanggal 29 Oktober 2026 menyampaikan bahwa total aset konsolidasian per 30 September 2026 naik menjadi Rp1,30 triliun dari Rp1,01 triliun pada akhir 2025, sementara total liabilitas naik menjadi Rp814,50 miliar dari Rp612,15 miliar. Ekuitas, yaitu kekayaan bersih yang jadi hak pemegang saham, ikut naik menjadi Rp487,22 miliar dari Rp394,60 miliar.
Kenaikan itu terjadi di tengah kinerja operasional yang menguat. Pendapatan sembilan bulan pertama 2026 naik 19 persen menjadi Rp374,07 miliar dari Rp314,43 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sementara laba bersih melonjak 41,7 persen menjadi Rp92,14 miliar dari Rp65,04 miliar. Dari jumlah itu, Rp87,22 miliar menjadi bagian pemegang saham induk dan Rp4,92 miliar menjadi bagian pemegang saham minoritas di anak usaha, dengan laba per saham dasar naik menjadi Rp63,74 dari Rp47,07 setahun sebelumnya. Arus kas dari kegiatan operasional naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp93,72 miliar dari Rp43,07 miliar, menunjukkan bisnis inti perusahaan menghasilkan uang tunai yang lebih besar.
Kenaikan aset sebagian besar berasal dari belanja modal Rp272,24 miliar untuk aset tetap, yang membuat nilai aset tetap neto melonjak dari Rp588,39 miliar menjadi Rp811,08 miliar, sejalan dengan bisnis utama grup di bidang infrastruktur telekomunikasi dan jaringan serat optik. Belanja itu dibiayai dengan utang bank yang bertambah dari Rp426,14 miliar menjadi sekitar Rp688,00 miliar, di mana perusahaan untuk pertama kalinya mencatat pinjaman bank jangka panjang senilai Rp461,50 miliar, sementara pinjaman jangka pendek justru turun menjadi Rp226,50 miliar. Akibatnya, beban bunga yang dibayar perusahaan naik lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp25,39 miliar dari Rp8,35 miliar.
Dalam laporan yang sama, Remala Abadi merinci tujuh entitas anak yang dikonsolidasikan: PT Fiber Media Indonesia dengan kepemilikan 85 persen dan aset Rp194,79 miliar, PT PC 24 Cyber Indonesia dengan kepemilikan 99 persen dan aset Rp65,65 miliar, PT Fiber Kerumah Indonesia dengan kepemilikan 51 persen dan aset Rp67,03 miliar, serta PT Akselerasi Informasi Indonesia dengan kepemilikan 51 persen dan aset Rp1,60 miliar. Tiga entitas lain belum beroperasi secara komersial, yaitu PT Solusi Aplikasi Andalan Semesta dengan kepemilikan 88 persen dan aset Rp333,90 juta, PT Mitra Integrasi Bersama dengan kepemilikan 55 persen dan aset Rp5,00 miliar, dan PT Clara Dinamika Abadi dengan kepemilikan 72,5 persen dan aset Rp917,26 juta.
