Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan devisa US$8,43 miliar sepanjang semester pertama 2026, menurut Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Angka ini penting karena pariwisata menjadi salah satu sumber utama penerimaan devisa negara di luar ekspor komoditas, sehingga pergerakannya ikut memengaruhi cadangan devisa serta lapangan kerja di sektor perhotelan, transportasi, dan usaha wisata lainnya.

Capaian semester pertama ini melanjutkan tren tahun 2025, ketika Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan mencatat sekitar 1,2 miliar perjalanan wisatawan domestik sepanjang tahun. Total devisa pariwisata sepanjang 2025 tercatat US$18,27 miliar, sehingga realisasi semester pertama 2026 setara sekitar 46 persen dari capaian penuh tahun sebelumnya.

Ni Luh menyebut tren ini menunjukkan pariwisata tetap menjadi penggerak penting ekonomi nasional, sekaligus mendorong agar pengembangan ke depan tidak hanya mengejar jumlah kunjungan tapi juga kualitas dan keberlanjutan. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri wisuda Politeknik Pariwisata Makassar, seraya berharap lulusan menjadi tenaga kerja pariwisata yang tangguh, adaptif, dan mampu bekerja lintas budaya, tanpa meninggalkan nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan seperti sipakainge, sipakatau, dan sipakalebbi.