PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian interim untuk semester pertama 2026 yang berakhir 30 Juni 2026, berupa koreksi atas laporan sebelumnya. Pendapatan perusahaan naik 3,1 persen menjadi Rp3,21 triliun, laba bruto naik 23,5 persen menjadi Rp612,16 miliar, dan laba periode berjalan melonjak 89 persen menjadi Rp354,23 miliar dibandingkan Rp187,45 miliar pada semester I 2025. Laba per 1.000 saham ikut naik dari Rp5,39 menjadi Rp9,03.

Di sisi lain, posisi kas perusahaan melemah. Kas dan setara kas turun 59,5 persen dari Rp1,59 triliun pada akhir Desember 2025 menjadi Rp644,25 miliar per 30 Juni 2026, sementara pinjaman bank yang harus dilunasi dalam setahun melonjak 158,7 persen dari Rp835,49 miliar menjadi Rp2,16 triliun. Aset tetap perusahaan naik 24,8 persen menjadi Rp5,75 triliun, mengindikasikan dana itu sebagian mengalir ke belanja modal. Meski kas menipis dan utang jangka pendek naik tajam, DEWA tetap membeli kembali sahamnya sendiri senilai Rp791,42 miliar dan membagikan dividen kas Rp58,57 miliar selama semester ini, sehingga ekuitas total turun 5,6 persen menjadi Rp8,11 triliun dari Rp8,59 triliun.

Laporan keuangan ini diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan Rekan dengan partner penandatangan Friso Palilingan, dan memperoleh opini wajar tanpa modifikasian (unqualified) per laporan bertanggal 5 Oktober 2026. Auditor mencatat tiga hal audit utama, yaitu penilaian aset tetap, pengakuan pendapatan, dan penyajian kembali laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya akibat kesalahan pencatatan penyesuaian mata uang serta saldo laba, yang sudah dijelaskan DEWA tidak mengubah jumlah aset, liabilitas, dan ekuitas total. Surat pengantar koreksi ini ditandatangani Mukson Arif Rosyidi, Direktur dan Corporate Secretary DEWA, tertanggal 6 Oktober 2026, dan dikirim kepada OJK serta Bursa Efek Indonesia.