DGWG Targetkan Laba Rp250 Miliar, Bangun Pabrik Sumsel
Dalam public expose tahunan, manajemen DGWG memaparkan pertumbuhan pendapatan 46 persen, target laba bersih sekitar Rp250 miliar, dan investasi pabrik baru di Sumatera Selatan senilai Rp230 miliar.
1 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) menggelar public expose tahunan pada Senin, 28 September 2026, pukul 10.45 WIB di Hotel Ibis Style Sunter, Jakarta, dan dihadiri 34 peserta eksternal di luar jajaran manajemen dan karyawan Perseroan. Jajaran direksi yang hadir adalah Direktur Utama David Yaory, Direktur Danny Jo Putra, Direktur Yody Suganda, dan Direktur Arbi Munandar. Presentasi disampaikan oleh David Yaory dan Danny Jo Putra, dengan Cynthya Hendra sebagai moderator.
Dalam sesi tanya jawab, manajemen menyebut Perseroan saat ini melayani sekitar 10 juta petani atau sekitar 30 persen dari total petani di Indonesia, dengan ruang pertumbuhan masih terbuka karena belum semua petani memakai lini produk DGWG secara lengkap. Dari sisi ekspor, selain mengirim produk ke Afrika Selatan dan sudah memperoleh pemesanan berulang dari sana, Perseroan juga telah mengekspor ke Australia dan Ekuador. Manajemen melaporkan pendapatan semester berjalan tumbuh 46 persen dibanding tahun sebelumnya, optimistis target penjualan tahun 2026 sebesar Rp4,88 triliun bisa terlampaui, dengan perkiraan laba bersih di kisaran Rp250 miliar. Kontribusi pertumbuhan berasal dari lini pupuk dan pestisida yang disebut saling menopang.
Soal belanja modal, manajemen menjelaskan dana investasi saat ini difokuskan untuk pembangunan pabrik baru di Sumatera Selatan, masih tahap persiapan lahan dengan anggaran akuisisi dan persiapan lahan sebesar Rp70 miliar. Total kebutuhan investasi sampai tahap pertama pembangunan rampung diperkirakan mencapai Rp230 miliar, yang rencananya dijalankan pada tahun 2027, didanai sebagian dari kas internal Perseroan dan sebagian lagi dari dukungan perbankan. Untuk proyeksi 2027, manajemen mengaku belum melakukan kajian mendalam, namun melihat peluang dari program ketahanan pangan pemerintah sebagai salah satu sumber permintaan baru.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal DGWG? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.