Indonesia Bullion Market Association (IBMA) resmi berdiri sebagai wadah bersama pelaku industri emas batangan nasional. Peresmian berlangsung di BSI Tower, Jakarta, pada Kamis (20/8), dengan Selfie Dewiyanti, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), ditunjuk sebagai Ketua Umum pertama. Asosiasi ini dibentuk untuk mendorong pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan lewat kolaborasi antarpelaku usaha, penyeragaman standar, serta edukasi ke publik.

Pembentukan IBMA menyusul peluncuran layanan bank emas oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025. Setelah berjalan satu tahun, bank emas di Indonesia kini mengelola lebih dari 170 ton emas, dengan 153 ton di antaranya dikelola oleh Pegadaian. Capaian ini disebut langsung oleh Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI tanggal 14 Agustus 2026, yang menyebut bank emas sebagai terobosan untuk mengamankan aset nasional, memperkuat sistem keuangan, dan menambah nilai sumber daya alam Indonesia.

Peresmian IBMA dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bersama Selfie Dewiyanti dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, disaksikan oleh 11 pendiri asosiasi yang diwakili masing-masing direktur utama perusahaan. Acara ini turut dihadiri Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Dicky Kartikoyono, Chief Economist BPI Danantara Reza Yamora Siregar, Kepala Badan Standardisasi Nasional Donny Purnomo Januardhi Effyandono, Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya, serta perwakilan World Gold Council dan asosiasi emas Malaysia.

Indonesia dinilai memiliki modal geologis besar sebagai produsen emas, tetapi potensi itu selama ini belum tergarap maksimal karena belum ada lembaga tunggal yang menyatukan pelaku usaha dan menetapkan standar industri yang sama. IBMA diposisikan sebagai mitra regulator yang menjembatani seluruh rantai bisnis emas, mulai dari pertambangan, jasa keuangan, pemurnian, hingga manufaktur dan jasa pendukung lainnya.