Pola kerja fleksibel atau yang biasa disebut ekonomi gig terus berkembang di Indonesia, ditandai makin banyak orang yang mengandalkan penghasilan harian dari pekerjaan lepas seperti mengemudi online. Bedanya dengan karyawan bergaji tetap, pendapatan pekerja gig naik turun setiap hari, sehingga kemampuan mengatur uang menjadi penentu penting selain besar kecilnya penghasilan itu sendiri.

Tantangan yang muncul bukan cuma soal berapa banyak uang yang didapat, melainkan bagaimana memisahkan omzet dari biaya operasional dan keuntungan bersih, memisahkan uang usaha dari uang pribadi, serta menyisihkan dana darurat untuk kebutuhan mendadak. Untuk menjawab kebutuhan itu, Lalamove menggelar Financial Resilience Workshop bertajuk "Makin Cuan, Makin Tangguh: Ketahanan Finansial Mitra Driver Teladan" melalui program Lalamove Driver Academy.

Workshop ini diikuti 50 mitra pengemudi dari wilayah Jabodetabek, dengan Safir Senduk, perencana keuangan bersertifikat atau Certified Financial Planner, sebagai pembicara. Selain materi pengelolaan keuangan, peserta juga diajak mengenali keterampilan, aset, dan jaringan yang mereka miliki agar bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan tambahan di luar pekerjaan mengemudi.

Pendekatan ini diarahkan untuk membangun pola pikir wirausaha di kalangan mitra pengemudi, sehingga mereka terdorong mengambil langkah pengelolaan keuangan sesuai kondisi masing-masing.