Perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut capaian ini menjadi salah satu modal penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan nasional. Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam acara peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia sekaligus peluncuran produk ETF emas di Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Airlangga menekankan bahwa angka ini berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang menurutnya hanya berkisar 3 persen. Ia menilai pasar modal selalu menjadi indikator yang diperhatikan investor untuk membaca kondisi ekonomi suatu negara, sehingga kepercayaan pasar perlu terus dijaga di tengah tekanan ekonomi global.

Selain pertumbuhan ekonomi, kinerja investasi juga tercatat positif dengan nilai yang telah menembus lebih dari Rp1.000 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Menurut Airlangga, kombinasi capaian tersebut membuat para investor di pasar modal tetap optimistis terhadap prospek perekonomian Indonesia. Meski begitu, pemerintah menyatakan tidak ingin berpuas diri dengan hasil yang sudah dicapai.

Airlangga mengingatkan bahwa kebutuhan pembiayaan ekonomi nasional akan terus meningkat, dari sekitar Rp7.400 triliun pada 2026 menjadi proyeksi Rp9.200 triliun pada 2029. Kondisi ini, menurutnya, membuat upaya menjaga kepercayaan pasar dan investor menjadi semakin penting ke depan.