Pada penutupan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Minggu (18/10/2026), dua kesepakatan dagang terkait produk bumbu dan kuliner Indonesia resmi diteken dengan mitra dari luar negeri. Kesepakatan ini penting karena menunjukkan promosi kuliner Indonesia di ajang pameran bisa berlanjut menjadi transaksi bisnis yang nilainya terukur, bukan sekadar kegiatan pengenalan produk.
Produsen kecap Bango menandatangani Letter of Intent dengan importir makanan dan bumbu asal Belanda, Interaromat BV, dengan perkiraan nilai kontrak US$120 ribu per tahun. Pada hari yang sama, produsen bawang goreng Mbrebes Mili menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan I Am F&B Group, dengan estimasi total nilai transaksi mencapai US$5 juta.
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,40 miliar US$ dibanding Juli 2026. Naik 3 periode beruntun. Tertinggi dalam 32 bulan yang tercatat.
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Kedua kesepakatan ini merupakan bagian dari aktivasi program S'RASA (Rasa Rempah Indonesia), gerakan promosi kuliner Indonesia di pasar global yang digagas Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan sejak diluncurkan pada 28 Agustus 2025. Program ini menyasar restoran Indonesia di luar negeri agar lebih banyak menggunakan bumbu dan bahan pangan asal Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha kuliner mancanegara.
Sebagai bagian dari penutupan TEI, S'RASA juga menggelar demonstrasi memasak nasi goreng sapi dan ayam goreng kecap menggunakan Kecap Bango, menghadirkan Chef Ragil Wibowo bersama pejabat Kementerian Perdagangan. Kegiatan ini dimaksudkan memperlihatkan langsung kepada calon mitra bagaimana bumbu Indonesia dapat diaplikasikan dalam menu restoran di luar negeri.
