Fitch Ratings Indonesia mengafirmasi peringkat nasional jangka panjang PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) di AA+(idn) dengan outlook stabil, sesuai surat bertanggal 20 Agustus 2026 yang berlaku hingga 31 Agustus 2027. Peringkat yang sama juga berlaku untuk seluruh obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan I, II, dan III XL Axiata dengan total pokok sekitar Rp2,17 triliun yang masih beredar, jatuh tempo tersebar dari April 2027 hingga September 2032.

Fitch mencatat rasio utang bersih terhadap laba operasional (net leverage) EXCL diperkirakan bertahan sekitar 2,1 kali pada 2026-2027, naik dari perkiraan sebelumnya 1,7-2,0 kali. Rasio ini sempat melonjak ke 2,7 kali pada 2025 akibat konsolidasi Smartfren yang punya utang lebih berat, pembayaran dividen besar, dan biaya integrasi merger. Fitch menyebut level 2,1 kali sebagai batas atas yang bisa memicu penurunan peringkat kalau bertahan lama, dan perusahaan tidak membagikan dividen pada 2026 karena rugi bersih tahun sebelumnya.

Belanja modal direncanakan naik tajam menjadi Rp20 triliun pada 2026 dan Rp15 triliun pada 2027, dari Rp9 triliun pada 2025, untuk akuisisi spektrum, integrasi jaringan dengan Smartfren, dan penggelaran 5G. Perusahaan hasil merger XL Axiata dan Smartfren ini kini memiliki lebih dari 69 juta pelanggan seluler dan 950 ribu pelanggan broadband tetap per akhir Juni 2026, dengan pangsa pasar seluler sekitar 23 persen, serta menguasai total spektrum 217 MHz setelah membayar sekitar Rp1,3 triliun di muka untuk pita 700 MHz dan 2,6 GHz, meski wajib mengembalikan pita 900 MHz ke pemerintah pada akhir 2026. Pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU) naik ke Rp47.100 pada semester I 2026 dari Rp39.500 pada 2025.