Ilustrasi AI
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mengumumkan pembayaran Ijarah Fee ke-30 untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan II XL Axiata Tahap II Tahun 2019 Seri E, melalui keterbukaan informasi yang ditandatangani Corporate Secretary Susan Masniari pada 10 Agustus 2026 pukul 15.12 WIB. Tingkat imbalan yang dibayarkan sebesar 10,34 persen per tahun dengan nilai nominal Rp672.100.000, dan jatuh tempo pembayaran pada 10 Agustus 2026.
Dalam keterangan tambahan, perseroan menjelaskan bahwa terdapat penambahan cicilan pembayaran bunga sebesar 0,34 persen per tahun yang dihitung secara pro rata. Penambahan ini merupakan konsekuensi dari penurunan hasil pemeringkatan oleh Fitch Rating Indonesia, sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 14 April 2025. Rincian perhitungan kenaikan kupon tersebut dicantumkan dalam lampiran bertajuk Perhitungan Kupon Seri D Ijarah Seri E 2019.
Catatan redaksi Cenderung negatifIjarah Fee adalah imbalan yang dibayarkan emiten kepada pemegang sukuk, fungsinya setara dengan kupon bunga pada obligasi konvensional namun berbasis akad syariah. Kenaikan kupon secara pro rata ini menambah beban bunga yang harus ditanggung XLSMART atas sukuk seri ini, sehingga menyentuh pos beban bunga dan arus kas pendanaan perusahaan, sementara bagi pemegang sukuk berarti imbal hasil yang diterima menjadi lebih tinggi dari kupon awal. Secara fundamental, laporan ini condong negatif karena kenaikan kupon dipicu oleh penurunan peringkat kredit dari Fitch Rating Indonesia, yang mengindikasikan lembaga pemeringkat menilai risiko kredit XLSMART meningkat sehingga biaya utang perusahaan menjadi lebih mahal, meski besaran kenaikannya sendiri relatif kecil yaitu 0,34 poin persentase per tahun.Penilaian ini menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
EXCLSukuk IjarahFitch Ratingobligasi korporasi
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Lihat dokumen resmi di IDX →