PT Federal International Finance (FIFA) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Obligasi Keberlanjutan Orange I Tahap I Tahun 2026 yang efektif sejak 22 Juni 2026. Nilai emisi obligasi ini Rp191 miliar, dan setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp3,47 miliar, hasil bersih yang diterima perusahaan Rp187,53 miliar. Seluruh dana bersih tersebut direncanakan untuk modal kerja pembiayaan sesuai prospektus, dan menurut laporan ini sudah terealisasi sesuai rencana tersebut.
Rinciannya, Rp186,53 miliar atau 97,66 persen dari hasil bersih sudah disalurkan sebagai modal kerja pembiayaan konsumen. Sisanya, Rp1 miliar, untuk sementara ditempatkan dalam bentuk giro di Bank Permata dengan bunga 1,75 persen per tahun selama 90 hari, dan Bank Permata disebutkan sebagai pihak ketiga yang tidak berelasi dengan FIFA. Dari sisi biaya penawaran umum, komponen terbesar adalah biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp1,84 miliar dan biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp799,83 juta, disusul biaya penjaminan emisi, penyelenggaraan, dan penjualan yang totalnya Rp353,92 juta.
Surat yang diteken Direktur FIFA Daniel Hartono dan disampaikan oleh Corporate Secretary Theodorus Indra Surya Putra ini sebenarnya adalah pelengkap dari laporan realisasi yang sudah lebih dulu disampaikan pada 9 Juli 2026 untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026. FIFA sebelumnya hanya melaporkan dalam Bahasa Indonesia, padahal Pasal 25 ayat 2 Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2025 mewajibkan laporan disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sekaligus. Versi dwibahasa ini disampaikan ke OJK dan wali amanat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, pada 28 September 2026.
