PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), dahulu bernama PT Aviana Sinar Abadi Tbk, menyampaikan koreksi atas laporan keuangan interim untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026 lewat surat nomor 025/SK/IRSX/X/2026. Laporan yang tidak diaudit ini menunjukkan pendapatan perusahaan melonjak dari Rp51,21 miliar pada kuartal I 2025 menjadi Rp170,73 miliar pada kuartal I 2026, naik lebih dari tiga kali lipat.
Lonjakan pendapatan itu membawa perusahaan berbalik dari rugi menjadi untung. Laba usaha tercatat Rp6,67 miliar, padahal pada periode yang sama tahun lalu perusahaan masih merugi Rp642,30 juta dari kegiatan usahanya. Di level akhir, laba bersih periode berjalan mencapai Rp3,29 miliar, dengan Rp3,30 miliar di antaranya menjadi bagian pemegang saham induk, dibandingkan rugi bersih Rp629,76 juta pada kuartal I 2025. Laba per saham dasar berubah dari minus Rp0,13 menjadi Rp0,53.
Dari sisi neraca, total aset naik tipis dari Rp360,23 miliar per akhir Desember 2025 menjadi Rp361,66 miliar per 31 Maret 2026, sementara ekuitas bertambah dari Rp315,36 miliar menjadi Rp318,65 miliar. Kas dan setara kas justru turun dari Rp110,15 miliar menjadi Rp99,49 miliar, karena perusahaan membelanjakan Rp22,23 miliar untuk aset takberwujud dan Rp647,32 juta untuk aset tetap, selain menambah penempatan deposito berjangka Rp1,5 miliar. Laporan ini juga mencatat biaya emisi saham ditangguhkan yang membengkak dari Rp880 juta menjadi Rp1,97 miliar, dengan pembayaran biaya emisi Rp1,77 miliar sudah terealisasi pada kuartal ini.
Perusahaan menaungi delapan anak usaha dengan kepemilikan antara 51 persen hingga 99,99 persen, mulai dari konsultan manajemen, produksi film dan video, kecerdasan buatan untuk perdagangan, hingga telekomunikasi. Tiga yang asetnya paling besar adalah PT Digital Nata Karya di sektor telekomunikasi dengan aset Rp126,59 miliar dan kepemilikan 99,91 persen, PT Folago Karya Indonesia di bidang konsultan manajemen dengan aset Rp63,27 miliar dan kepemilikan 80 persen, serta PT Folago Gaya Hidup dengan aset Rp27,07 miliar dan kepemilikan 99,99 persen.
