PT Freeport Indonesia mengungkapkan bahwa wilayah kerjanya di Timika, Papua, yang berdekatan dengan Taman Nasional Lorentz, mencakup 14 tipe ekosistem berbeda dan menjadi tempat ditemukannya 130 spesies baru. Temuan ini disampaikan Koordinator Konservasi dan Pemantauan Keanekaragaman Hayati Freeport Indonesia, Kukuh Indra Kusuma, dalam talkshow bertema pelestarian ekosistem Papua pada acara Katadata SAFE 2026 di Jakarta, Kamis lalu. Ia menekankan bahwa menjaga kelestarian kawasan seluas dan sekompleks itu tidak bisa dilakukan sendirian oleh satu pihak, sekalipun berada di area konsesi perusahaan.

Menurut Kukuh, tantangan utama datang dari kondisi geografis yang sangat beragam, dengan bentang ketinggian mulai dari permukaan laut hingga 4.200 meter di atas permukaan laut dalam satu kawasan kerja. Ia mencontohkan Timika sebagai wilayah yang unik karena topografinya berubah dari dataran sepanjang 50 kilometer menjadi kawasan sangat terjal, sehingga pengelolaan lingkungan di sana menjadi jauh lebih rumit dibanding daerah dengan kontur seragam. Selain faktor alam, ketersediaan data yang memadai turut menjadi tantangan tersendiri, termasuk dalam kegiatan reboisasi atau penanaman kembali pohon di area yang rusak.

Freeport menyatakan kebutuhan untuk melibatkan masyarakat lokal, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain agar pengelolaan ekosistem dapat berjalan lebih menyeluruh. Pendekatan ini disebut penting mengingat kawasan kerja perusahaan bersinggungan langsung dengan Taman Nasional Lorentz, salah satu kawasan konservasi utama di Papua.