Gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 membuat sebagian SPBU di Flores berhenti beroperasi. Pertamina Patra Niaga menegaskan pasokan BBM dan LPG ke wilayah itu tetap dijaga meski pemulihannya dilakukan bertahap. Ini penting bagi warga Flores yang justru butuh akses bahan bakar untuk mobilitas darurat dan proses pemulihan pascabencana.
Dari total 52 SPBU di Flores, 32 sudah kembali beroperasi per 15 Agustus 2026, sementara 20 lainnya masih tutup. Penyebabnya beragam, mulai dari pemadaman listrik, kerusakan sarana pengisian, hingga operator yang sengaja menunda buka karena khawatir gempa susulan meski bangunan SPBU-nya sendiri dalam kondisi aman. Pertamina mengirim BBM memakai mobil tangki dengan pengamanan ekstra, terutama di jalur yang tertimbun longsor.
Di Kabupaten Manggarai, dua SPBU mengalami kerusakan di area pengisian sehingga belum bisa beroperasi. Warga di wilayah itu masih bisa mengisi BBM di tiga SPBU lain, yaitu SPBU 54.86.501 di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, SPBU 54.86.503 di Jalan Ruteng-Benteng Jawa, Tenda, Kecamatan Langke Rembong, dan SPBU 54.86.509 di Jalan Raya Ruteng-Labuan Bajo Km 4, Kelurahan Wali, Kecamatan Langke Rembong.
Untuk elpiji, lima agen LPG di Flores masih beroperasi dengan kondisi sarana aman. Stok pada masing-masing agen terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan penyaluran, sementara 20 SPBU yang belum buka akan dipulihkan bertahap dengan keselamatan sebagai pertimbangan utama.
