PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mengumumkan rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) ketiga. Perseroan berencana menerbitkan saham baru Seri B sebanyak-banyaknya 22.029.751.488 lembar dengan nilai nominal Rp19 per saham. Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan di Tangerang pada 13 Oktober 2026, manajemen menyebut rencana ini untuk mendukung pengembangan dan ekspansi usaha, serta menyatakan aksi ini akan berdampak positif terhadap kegiatan operasional dan kondisi keuangan perusahaan. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Kamis, 19 November 2026.

Berdasarkan laporan keuangan interim konsolidasian per 30 Juni 2026, total saham GMFI yang telah diterbitkan dan disetor penuh berjumlah 124.835.258.434 lembar, terdiri dari 28.233.511.500 saham Seri A dan 96.601.746.934 saham Seri B. Jika seluruh 22,03 miliar saham baru itu benar diterbitkan, jumlah saham beredar perseroan bisa bertambah sekitar 17,6 persen dari posisi saat ini. Perseroan masih memiliki simpanan saham dalam portepel sebanyak 190.464.207.066 lembar Seri B yang bisa dipakai untuk aksi ini tanpa perlu menambah modal dasar baru.

Komposisi pemegang saham GMFI saat ini menunjukkan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) sebagai pemegang saham terbesar di Seri B dengan 65,77 persen, sementara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menguasai 20,15 persen Seri A dan 7,28 persen Seri B. Pemerintah Republik Indonesia tercatat sebagai pengendali perseroan melalui Garuda Indonesia. Nilai nominal saham GMFI sendiri telah diseragamkan menjadi Rp19 per lembar untuk Seri A maupun Seri B, menyusul proses kuasi reorganisasi dan pengurangan modal yang efektif berlaku pada 30 September 2026, turun dari sebelumnya Rp100 per saham Seri A dan Rp25 per saham Seri B.