PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menggelar Paparan Publik Tahunan pada Rabu, 9 September 2026, pukul 09.30 WIB melalui konferensi video Zoom. Sebanyak 29 peserta eksternal hadir, di luar jajaran manajemen dan karyawan Perseroan. Manajemen yang hadir meliputi Direktur Utama Jayanti Sari, Direktur Laorentina Devi, Direktur Rickie, Direktur Rahmad Pudjotomo, Investor Relations Ramadhany Andryanto, dan Sekretaris Perusahaan Rengga Temenggung. Paparan dibawakan oleh Ramadhany Andryanto, mencakup ikhtisar, kinerja, penghargaan, dan strategi Perseroan, dilanjutkan sesi tanya jawab.
Dalam sesi tanya jawab, manajemen menyampaikan target pengangkutan muatan sebesar 7 juta sampai 8 juta metric ton hingga akhir 2026, meski mengakui akan ada penyesuaian pendapatan sebesar 10 sampai 20 persen akibat penyesuaian di industri batu bara. Manajemen juga mengungkapkan biaya bahan bakar menyumbang 40 sampai 60 persen dari total beban pokok pendapatan Perseroan, sehingga kenaikan harga bahan bakar cukup terasa terutama pada kuartal kedua tahun ini. Untuk mengatasinya, Perseroan menjalin kemitraan baru, memperbaiki efisiensi operasional armada, serta menyesuaikan kontrak pengangkutan dengan pelanggan.
Terkait proyek Floating Crane (FLF), manajemen melaporkan progres konstruksi keseluruhan telah mencapai 82 persen, dengan konstruksi bangunan mencapai 97 sampai 98 persen, dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027. Penambahan armada sepanjang 2026 hanya terealisasi satu unit, karena fokus tahun depan diarahkan untuk merampungkan proyek FLF tersebut. Menyikapi risiko kebijakan transisi energi maupun pembatasan ekspor, mengingat 99 persen kargo Perseroan adalah batu bara, manajemen menyatakan tetap optimistis dengan strategi diversifikasi ke muatan curah kering lain seperti nikel dan tembaga, serta memaksimalkan muatan balik kapal.
