PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) menyampaikan materi Paparan Publik (Public Expose) Tahunan ke Bursa Efek Indonesia lewat surat bernomor 322/HIS-JKT/CORSEC-UM06/IX/2026 yang ditandatangani Corporate Secretary Rengga Temenggung. Acara paparan publik dijadwalkan berlangsung Rabu, 9 September 2026, pukul 09.30 WIB hingga selesai, melalui video conference Zoom, dan akan dihadiri jajaran direksi perusahaan.
Materi yang dilampirkan memuat kinerja keuangan semester I 2026. Pendapatan perusahaan turun 14,4 persen secara tahunan menjadi Rp372,35 miliar dari Rp434,86 miliar pada semester I 2025. Laba bersih turun lebih tajam, anjlok 44,8 persen menjadi Rp18,81 miliar dari Rp34,1 miliar. Laba kotor tercatat Rp71,66 miliar, turun 25,7 persen, sementara EBITDA turun 11 persen menjadi Rp96,32 miliar meski margin EBITDA justru naik tipis ke 25,9 persen dari 24,9 persen. Volume kargo yang diangkut turun 14,3 persen menjadi 4,3 juta metrik ton dibanding 5,1 juta ton pada periode sama tahun lalu. Namun secara kuartalan performa membaik, pendapatan kuartal II 2026 naik 28,6 persen dari kuartal I, dan laba bersih melonjak dari Rp3,14 miliar menjadi Rp15,67 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan per Juni 2026 naik menjadi Rp1,58 triliun dari Rp1,53 triliun di akhir 2025. Liabilitas naik menjadi Rp747,99 miliar dari Rp695,58 miliar, didorong kenaikan pinjaman berbunga menjadi Rp551,41 miliar dari Rp519,52 miliar. Kas dan bank menyusut menjadi Rp84,32 miliar dari Rp122,85 miliar, sementara ekuitas relatif stabil di Rp831,55 miliar dibanding Rp838,86 miliar sebelumnya.
Materi tersebut juga memuat pembaruan proyek Floating Loading Facility (FLF) yang dikerjakan lewat perusahaan patungan baru, PT Hasnur Multi Sinergi, dimiliki PT Hasnur Resources Terminal sebesar 55 persen dan PT Multi Guna Maritim 45 persen. Fasilitas berkapasitas 30.000 metrik ton per hari ini bernilai investasi Rp420 miliar hingga Rp500 miliar dan berlokasi di Kalimantan Selatan. Progres konstruksi per Juni 2026 sudah mencapai 75,25 persen, dengan target commencement of operation pada kuartal I 2027.
